Angkasa Pura 2

Citilink Optimis Angkut 7,2 Juta Penumpang

KokpitSenin, 26 November 2012
Citilink 1

JAKARTA (beritatrans.com) – Maskapai penerbangan Citilink klaim berhasil mengangkut 350 ribu penumpang per bulan dengan target empat juta sampai akhir tahun. Diharapkan pada 2013 mencapai 7,2 juta penumpang dengan dukungan 31 unit pesawat.

Anak usaha PT Garuda Indonesia yang fokus di pelayanan penerbangan low cost carier (LCC) tersebut, saat ini melayani 88 kali penerbangan per hari dengan 70 rute donestik. Maskapai penerbangan yang baru di lounching Juli 2012 itu berencana melayani penerbangan regional dan internasional.

“Tahap awal melayani penerbangan ke Singapura dan Australia. Dua negara itu cukup menjanjikan, dan kami berharap pada 2013 sudah bisa terealisasi,” kata CEO Citilink, Arif Wibowo, Senin (26/11).

Type pesawaat yang dioperasikan airbus A320 dan boeing 737 seri 400 dan 500. Sementara yang datang hingga 2015 ialah airbus A320, sehingga total pesawat yang dioperasikan sebanyak 50 unit pesawat.

Delay
Terkait keterlambatan penerbangfan (delay) yang terjadi sejak Minggu (25/11), Arif mengatakan, hal itu disebabkan beberapa faktor, diantaranya cuaca buruk, adanya kerusakan pesawat dan sistem schedule kru yang down (mati) disaat perseroan tengah melakukan kru rescheduling (pengaturan ulang jadwal tugas kru).

Sejak Jumat sampai Sabtu (24/11) terdapat 20 penerbangan dari Jakarta yang delay (terlambat) diberangkatkan, bahkan ada yang diinapkan seperti penerbangan malam rute Jakarta-Surabaya sebanyak 120 orang.

Pada Minggu, terdapat delapan penerbangan yang delay, khusus keberangkatan dari Jakarta. Misalnya rute Jakarta-Denpasar, harusnya terbang pukul 07.40 WIB jadi pukul 12.30 WIB, rute yang sama, semestinya pukul 13.40 WIB menjadi 17.15 WIB.

Arif menjelaskan sistem kru rescheduling telah selesai dilakukan. Pesawat Boeing 737-300 yang rusak sudah diperbaiki dan ganti mesin ke posisi semula untuk dikembalikan.

“Tahun ini kami phase out atau kembalikan dua pesawat B737-300 dari 17 unit yang ada saat ini. Untuk mengembalikan pesawat, mesin harus kembali ke posisi awal,” kata Arif.

Untuk maintenance over haull pesawat ini, jelas Arif, butuh dana 2,5 juta dolar ASS per unitnya. Namun pesawat-pesawat Boeing 737 ini harus dikembalikan karena sudah tua sehingga boros bahan bakar.

“Penggunaan bahan bakar Boeing 737 ini lebih boros 20 persen dari Airbus 320,” kata Arif.

Mengingat efisiensi ini, pihaknya akan mendatangkan 10 Airbus 320 pada tahun depan, dan 4 unit A320 hingga akhir tahun ini, sehingga total pesawat yang dioperasikan pada tahun ini sebanyak 21 unit. (aliy)