Angkasa Pura 2

Indonesia Air Asia Pesimis Capai Target Penumpang

KokpitRabu, 28 November 2012
AirAsia Japan Unveils Aircraft Livery

JAKARTA (beritatrans.com) – Hingga akhir bulan November 2012, IAA (Indonesia Air Asia) baru berhasil mengangkut 5,35 juta penumpang. Sementara dia terlanjur memasang target 6 juta penumpang hingga akhir tahun ini.

“Target enam juta penumpang tahun ini memang belum tentu tercapai. Sampai dengan akhir tahun kemungkinan jumlah penumpang kita 5,9 juta. Namun ini sudah naik hampir 20 persen dari jumlah penumpang kita tahun lalu yang sebanyak 5 juta penumpang,” ujar Direktur Utama IAA, Dharmadi dalam keterangan pers terkait ulang tahun ke 8 bulan depan, di Jakarta, Rabu (2/11).

Disebutkan, bahwa penumpang IAA sebagian besar adalah penumpang rute internasional. Sesuai dengan konsentrasi IAA yang banyak membuka rute internasional. Proporsi rute internasional adalah 75% dan rute domestik 25%. IAA bahkan menguasai rata-rata 42% pangsa pasar penerbangan internasional dari Indonesia. Dua tahun berturut-turut, 2010 dan 2011, IAA menguasai pangsa pasar internasional itu.

Targetnya, komposisi tersebut tahun depan berubah menjadi 60 % internasional dan 40 % domestik. “Ini sejalan dengan rencana perubahan konsentrasi IAA yang akan kembali masuk ke rute domestik,” lanjut Dharmadi.

Jumlah penumpang domestik Indonesia yang mencapai 60-an juta di tahun lalu, cukup menggiurkan dibanding 10 juta-an penumpang internasional. Jumlah pertumbuhan penumpangnya pun cukup tinggi, mencapai 15-20 % tiap tahun. Karena itu tahun depan IAA membuka rute-rute domestik seperti Surabaya – Makasar, Surabaya – Semarang, Makasar – Manado, Makassar – Balikapapn, Medan – Banda Aceh, Medan – Pekanbaru dan sebagainya.

Untuk menunjang rencana ekspansi ke domestik tersebut, IAA sudah menyiapkan sejumlah rencana. Di antaranya akan menambah lagi 10 unit pesawat Airbus A320 di tahun depan. Hingga lima tahun ke depan, direncanakan jumlah armadanya mencapai 70 unit dengan tetap setia menggunakan pesawat jenis A320. Tahun ini mereka mengoperasikan 20 unit A320.

IAA juga akan menambah satu lagi hub domestik yaitu di Makassar mulai minggu depan. Hub domestik IAA sekarang ada di Bandung, Surabaya, Jakarta, Medan dan Denpasar. Dari Makassar, IAA akan membuka penerbangan ke Surabaya, Menado, Jakarta, kota-kota di Indonesia Timur. Tak lupa, rute internasional juga akan dibuka menuju Kinabalu, Kuala Lumpur dan Singapura.

Selain itu IAA juga menyiapkan Singapura sebagai hub bayangan. Walau letaknya di luar Indonesia, posisi geografis Singapura tetap di tengah Indonesia. Sehingga penerbangan dari Singapura menuju kota-kota di Indonesia sesungguhnya bisa berlangsung cepat.

Untuk mencapai rencana-rencana tersebut, IAA juga mengubah manajemen. Mereka mengangkat seorang Chief Operations Officer (COO) yaitu Ridzki Kramadibrata. Ridzki selama ini berkecimpung dalam industri telekomunikasi. Di IAA, Ridzki akan membawahi Safety and Security, Flight Operation, Maintenance and Engineering, Other Revenue and Businesses, Customer Experience and Technology, Airport, Government and Regulatory Rlations dan fuel Coservation Project. Sementara Dharmadi sebagai CEO akan lebih banyak melakukan fungsi lobi dan perencanaan.

Kendala utama yang akan dihadapi oleh IAA kemungkinan adalah masalah jadwal terbang (slot time) di bandara dan jam operasional bandara. Slot time untuk rute domestik diperkirakan akan penuh karena semua maskapai dalam negeri sekarang juga berkonsentrasi di rute domestik. Di tambah dengan jam buka bandara besar yang belum mencapai 24 jam.

“Indonesia AirAsia akan mendorong penambahan jam operasional bandara besar menjadi 24 jam. Dengan penambahan itu, saya yakin akan ada tambahan 30% slot time secara nasional,” ujar Dharmadi. (aliy)

loading...