Angkasa Pura 2

Benahi Perkerataapian Jabotabek, Pemerintah Gandeng Korea

EmplasemenFriday, 14 December 2012

JAKARTA (beritatrans.com) – Untuk memperbaiki sistem perkeretaapian di Jabotabek, Kementerian Perhubungan menggandeng Korea Internasional Cooperation Agency (Koica).

Direktur Lalulintas dan Angkutan KA, Kemenhub Anggoro Budi Wiryawan mengatakan, saat ini Korea sedang ekspansif ke beberapa kota di Indonesia seperti ke Jakarta, Surabaya, dan Bali untuk memberikan bantuan mengatasi masalah transportasi.

“Untuk inilah kami sangat terbuka menyambut kerjasama tersebut selama bantuan tersebut tidak mengikat, yang mengharuskan pemeritah kita memberikan jaminan,” kata Anggoro di Jakarta, Jumat (14/12).

Menurut Anggoro, Koica memberikan konsep cetak biru dan studi kelayakan terkait perbaikan sistem perkeretaapian di Jabotabek, khususnya jalur lingkar. Hasil studi kelayakan kelayakan tersebut diantaranya merekomendasikan reformasi tujuh rute KA di Jabotabek sepanjang 150 km, peningkatan efisiensi operasional, dan reformasi Jalur KA Lingkar Jakarta dan dua rute Bogor sepanjang 75 km.

Selain itu, ada penambahan lima lintas baru dengan mengakomodir studi-studi dan program pemerintah antara lain Pembangunan Double-Double Track (DDT) Manggarai–Cikarang, Jalur ganda Duri–Tangerang dan pembangunan jalur Ganda Serpong-Parungpanjang–Maja.

“Ini semua akan terwujud pada 2030 mendatang, yang nanti akan ada pengembangan pada jalur KA lingkar dalam, ada penambahan jalur baru dan akan ada penghubungan titik-titik baru. Yang saat ini ada merupakan jalur yang dibuat saat jaman Belanda dahulu dan belum ada pengembangan baru,” katanya.

Dijelaskannya bahwa dalam kerjasama ini tidak hanya dibicarakan masalah KA saja namun mengkaitkan dengan sistem intermoda yang ada. Sehingga nanti para pengguna KA akan terkoneksi dengan moda lain, seperti busway, angkutan umum, bahkan akan disambungkan ke pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno Hatta. (Furqon)