Angkasa Pura 2

Kemenhub Luncurkan Dokumen NCVS

DermagaJumat, 14 Desember 2012
Kapal Perintis

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan meluncurkan dokumen standar kapal non konvensi berbendera Indonesia agar kapal-kapal berukuran di bawah 500 GT tak perlu mengikuti aturan standar internasional atau Solas.

Plt Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Leon Muhamad mengatakan, peluncuran dokumen standar dan petunjuk pelaksanaan Non Convention Vessel Standards (NCVS) atau kapal non konvensi Indonesia ini hasil kerjasama dengan pemerintah Australia melalui program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP).

“Dengan diluncurkannya dokumen standar kapal non konvensi ini, merupakan langkah maju bagi Indonesia untuk mewujudkan zero accident (tanpa kecelakaan) dalam transportasi laut kita,” kata Leon dalam peluncuran NVCS di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (11/12).

Dalam peluncuran ini turut dihadiri Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia Anthony Albanese, Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow, Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto.

Leon menambahkan ada beberapa pertimbangan diluncurkannya dokumen standar dan petunjuk pelaksanaannya kapal non konvensi berbendera Indonesia. Diantaranya karena kecelakaan kapal domestik periode 2006-2007 yang tinggi, maka perlu meningkatkan standar keselamatan kapal non konvensi domestik, mengingat jumlah kapal non konvensi di Indonesia sangat banyak yakni 51.000 kapal dengan muatan 4,25 juta GT.

“Selain itu adanya komitmen dari pemerintah Australia untuk meningkatkan keselamatan transportasi di Indonesia, sehingga melalui program ITSAP, membuat standar NCVS ini,” tutur Leon.

Menurut Leon, mayoritas yakni 60% kapal berbendera Indonesia merupakan kapal berukuran di bawah 500 GT dan hanya berlayar di perairan domestik. Kapal-kapal ini tidak berlayar ke perairan internasional sehingga tidak perlu menerapkan standar internasional atau Safety of Life at Sea (SOLAS).

“Dengan adanya standar NCVS ini, kapal-kapal di bawah 500 GT tidak perlu melakukan perubahan standar kapalnya karena mayoritas sudah sesuai standar mendekari Solas, namun hanya perlu sedikit perubahan seperti tak perlu menambah alat untuk pengatur suhu dingin standar Eropa,” ucapnya.

Leon bahkan mengklaim dengan mengikuti standar NCVS ini, pemilik kapal di bawah 500 GT akan lebih efisien karena standar keselamatan di kapal lebih sedikit ketimbang mengikuti Solas.

Menteri Perhubungan EE. Mangindaan mengatakan dengan dikeluarkannya standar NVCS ini merupakan langkah nyata keselamatan pelayaran dan dukungan program zero to accident.”NVCS ini penting di tingkat nasional untuk mengatur kapal non konvensi yang berlayar di perairan Indonesia. Di tingkat regional juga penting dalam rangka implementasi ASEAN connectivity,” kata Menhub.

SOLAS diwajibkan bagi kapal-kapal dengan bobot 500 GT ke atas yang berlayar di perairan internasional, sedankan kapal-kapal sampai 500 GT yang berlayar di perairan domestik maupun internasional tidak diwajibkan mengikuti aturan SOLAS tersebut. Termausk juga kapal dengan kriteria yang digerakkan dengan tenaga mekanis, kapal kayu, kapal penangkap ikan, dan kapal pesiar. Kapal-kapal tersebut dikenal dengan kapal non konvensi dan untuk pengaturan keselamatannya diserahkan kepada negara bendera kapal.

NCVS merupakan proyek maritim unggulan di bawah paket bantuan ITSAP yang dikembangkan sebagai proyek antara Dirjen Perhubungan Laut dengan the Australian Maritime Safety Authority (AMSA). (Vina)

loading...