Angkasa Pura 2

Berkah di Balik Gundah Efek dari Radar Ngambek di Bandara Soekarno – Hatta

BandaraSenin, 17 Desember 2012
purwanto3

DENPASAR — Sebanyak 288 penumpang pesawat Qantas rute Sydney – Jakarta bisa dibilang mendapat berkah di balik gundah. Mereka justru mendapat kesempatan menikmati setengah hari di Bali walau pesawat itu sebenarnya tidak berjadwal transit di Pulau Dewata tersebut.

Penumpang pesawat dengan nomor penerbangan QF041 awalnya mesti gundah ketika pesawat dibatalkan mendarat di Bandara Soekarno – Hatta. Soalnya, radar di bandara tersebut mengalami gangguan.

“Pesawat divert ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Landing tadi malam,sekitar Pk. 21.00,” jelas General manager Bandara Ngurah Rai, Purwanto, kepada beritatrans.com, Senin (17/112) pagi.

Karena maskapai Australia tersebut tidak memiliki kantor perwakilan di Bandara Ngurah Rai, Purwanto menjelaskan urusan penumpang tersebut di-handle oleh PT Gapura Angkasa. “Oleh tim kami dan PT Gapura Angkasa, penumpang diinapkan di Hotel Ramada,” ungkapnya.

Penumpang tersebut akan diberangkatkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat yang sama, Senin ini, sekitar Pk. 11.00. Dengan demikian, setidaknya penumpang tersebut bisa berada di Bali sekitar 12 jam.

“Yang bisa plesir dulu. Bisa berkeliling Kota Denpasar, lalu wisata kuliner, makan ayam betutu atau ayam taliwang. Yang pasti, kami melayani mereka, termasuk pesawat dan krunya, dengan sepenuh hati,” cetusnya.

DI SURABAYA
Secara terpisah, Genaral Manager Bandara Juanda, Trikora Harjo, mengemukakan sejak radar mati di Bandara Soekarno – Hatta, sekitar pukul 17.10, ada 20 pesawat rute Surabaya – Jakarta mengalami keterlambatan. Sedangkan rute Jakarta ke Surabaya, ada 15 penerbangan delay.
Selain itu dua pesawat malakukan divert yakni dari Ujung Pandang tujuan Jakarta satu pesawat dan dari Bali tujuan Jakarta satu Pesawat.(aw).