Angkasa Pura 2

FAA Apresiasi Proses Perawatan Pesawat di GMF AeroAsia

KokpitSenin, 17 Desember 2012
GMF Aeroasia

JAKARTA (beritatrans.com) – Otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) memberikan apresiasi dan menyatakan puas atas hasil audit perpanjangan sertifikat (certificate of approval) FAA yang dimiliki oleh GMF AeroAsia. Audit tahunan selama empat hari pada 11-13 Desember 2012 ini dilaksanakan oleh Marcus D. Carr (Principal Maintenance Inspector) dan Diric W. Lester (Principal Avionic Inspector).

“Banyak improvement yang telah dilakukan oleh GMF, dibandingkan dengan audit sebelumnya, kami merasa puas dengan hasil audit yang telah kami lakukan,” kata Marcus D. Carr dalam exit meeting di GMF AeroAsia.

Audit ini mencakup seluruh aspek perawatan pesawat seperti Quality System & Procedure, Personnel Record, Tools & Equipment, Facility, Material, Maintenance Record, Certification of Maintenance, dan lain-lain. Sedangkan area audit mencakup Hangar 3, Store, Engine Shop, Component Shop, hingga Test Cell. Audit secara menyeluruh ini untuk memastikan bahwa perawatan pesawat di GMF AeroAsia telah memenuhi regulasi dan prosedur yang ditentukan oleh authority.

“Semua item yang terkait dengan proses perawatan diaudit secara mendetail,” kata Ganis Kristanto, VP Quality Assurance and Safety GMF di Cengkareng (17/12).

Selain memeriksa prosedur dan dokumen perawatan, auditor juga melihat langsung perawatan pesawat milik Gecas dan Trim Leasing Company yang berada di bawah registrasi FAA. Pesawat B737-500 N-198 milik Gecas tengah menjalani C-Check di Hangar 3. Sedangkan pesawat B737-800 milik Trim Leasing Company selesai menjalani C-Check.

“Selain mengecek secara langsung auditor juga memeriksa maintenance record dua pesawat ini,” katanya.

Menurut Ganis, hasil audit ini merupakan modal penting bagi GMF AeroAsia untuk mendapatkan perpanjangan sertifikat pengakuan FAA. Berdasarkan audit-audit yang dilakukan sebelumnya, keputusan perpanjangan sertifikat pengakuan biasanya diberikan beberapa waktu setelah audit selesai dan corrective action atas temuan audit telah dilaksanakan.

“Apalagi tidak ada temuan signifikan dalam audit ini sehingga perpanjangan sertifikat pengakuan FAA akan segera diserahkan,” katanya.

Meski mengaku puas dengan hasil audit, auditor memberi beberapa rekomendasi dan masukan untuk peningkatan kualitas produk GMF AeroAsia. Ganis mengatakan rekomendasi auditor ini segera ditindaklanjuti oleh GMF untuk meningkatkan kualitas produk guna menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan.

“Secara umum hasil audit FAA tahun ini lebih bagus dibanding audit tahun sebelumnya,” ujarnya.

Hasil audit ini menjadi modal penting GMF untuk memasuki pasar perawatan pesawat yang lebih luas. Selama ini, GMF sudah melakukan perawatan pesawat maskapai yang menggunakan registrasi “N” (Amerika Serikat).

“Pasar pasti menuntut certificate of approval dari FAA maupun EASA, selain dari authority setempat,” kata Ganis.

Selain telah mengantongi sertifikat pengakuan dari FAA, PT GMF AeroAsia juga sudah memiliki sertifikat sejenis dari DGCA (Indonesia) dan otoritas penerbangan sipil Eropa, EASA serta negara lain seperti Malaysia, Yaman, Singapura, dan lain- lain.

“Sertifikat ini semakin memperkuat posisi GMF di pasar perawatan pesawat global,” katanya. (Furqon)