Angkasa Pura 2

Sistem Persinyalan CBI Dipasang di Stasiun Gumilir Cilacap

EmplasemenTuesday, 18 December 2012

CILACAP (beritatrans.com) – Stasiun Gumilir, Cilacap, Jawa Tengah, menjadi stasiun pertama menggunakan sistem persinyalan Computer Based Interlocking (CBI) atau SIL-03. Sistem persinyalan itu akan diresmikan tiga menteri, Rabu (19/12/2012).

Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian, Arief Heryanto, mengemukakan Menteri Perhubungan (Menhub), Menteri Riset dan Teknologi serta Menteri BUMN dijadwalkan meresmikan sistem persinyalan tersebut.

Sistem SBI, dia mengutarakan berbasis komputer (mikroprosesor). Pengembangan sistem CBI didasarkan kepada teknologi berbasis komupeter,terdiri dari Vital Input Module (VIM) dan Vital Output Module (VOM) dan juga software program vital operating system.

Dia menjelaskan CBI merupakan otak sistem persinyalan yang berfungsi mengatur dan mengamankan gerakan kereta di emplasemen stasiun dan di petak jalan antar stasiun.

“Cara kerjanya, CBI memproses perintah-perintah dari PPKA agar KA berhenti atau melaju dengan mengecek data keberadaan KA dan posisi wesel sesuai dengan prinsip-prinsip interlocking. Pemrosesan data secara logik pada prosesor,” jelasnya kepada beritatrans.com, Selasa (18/12/2012).

Pada era penggunaan teknologi mikroprosesor ini, Arief menuturkan berfungsi sebagai otak yang mengendalikan sistem persinyalan listrik menggantikan pesan electromagnetic relay, yang secara bertahap telah ditinggalkan.

Brainware teknologi persinyalan CBI, dia mengungkapkan dikembangkan oleh PT LEN, Institut Teknologi Surabaya, Institut Teknologi Bandung dan BPPT. Sedangkan uji dan validasi dilaksanakan tim kemenristek dan kemenhub.

Pemasangan CBI sejalan dengan program modernisasi persinyalan yang direncanakan Kementerian Perhubungan, sehingga pelayanan operasional KA menjadi lebih aman dan efisien.

Selain itu, pemasangan CBI merupakan dukungan sepenuhnya dari Kementerian Perhubungan sebagai pengguna teknologi, untuk ikut mendorong kemandirian teknologi nasional, meningkatkan peran industri perkeretaapian dalam negeri, dan pengembangan produk persinyalan lebih kompetitif.

STASIUN CILACAP
Pilihan kepada Stasiun Gumilir, Arief mengemukakan karena berada di dekat kilang minyak Pertamina Unit IV Cilacap, serta Stasiun Karangtalun di pabrik semen PT Holchim Indonesia. Selain itu, dekat dengan Stasiun Maos, yang merupakan stasiun persinggahan KA lintas selatan Bandung – Solo – Surabaya.

Daerah itu diperkirakan tidak lama lagi akan menjadi daerah berkembang dan terjadi peningkatan frekwensi penggunaan angkutan KA.
(aw).