Angkasa Pura 2

Tundjung Inderawan: Double Track Kurangi Beban Jalan Raya

EmplasemenKamis, 20 Desember 2012
Tundjung Semarang

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tundjung Inderawan mengatakan, keberhasilan pembangunan rel kereta api double track (DT) di lintas utara akan memberikan dampak positif dalam mengurangi beban jalan raya. Ia meyakini, angkutan barang yang selama ini banyak menggunakan truk, nantinya akan banyak beralih menggunakan angkutan barang kereta api.

“Selain dapat mengurangi beban jalan raya, double track juga akan berdampak pada penurunan tingkat kecelakaan lalu lintas di jalur pantai utara, mengurangi penggunaan bahan bakar, dan emisi gas buang,” kata Tundjung di Jakarta, Kamis (20/12).

Tundjung Inderawan mengatakan, saat ini double track masih dalam tahap penyelesaian dan diperkirakan sebelum akhir 2013 sudah rampung dan dapat digunakan secara bertahap.

“Dengan adanya double track, nantinya waktu perjalanan kereta api juga akan berkurang satu setengah hingga dua jam dari sebelumnya,” ujar Tundjung.

Double track lintas utara menurut Tundjung merupakan implementasi dari Renstra untuk mendukung dua pusat perekonomian yakni gerbang kertasusila timur dan Jabodetabek dengan tujuan memudahkan angkutan barang yang selama ini menggunakan angkutan jalan.

Namun begitu, diakui Tundjung bahwa pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah dimana angkutan kereta api masih dikenakan Ppn 10% sementara angkutan jalan tidak dikenakan pajak.

“Kita ingin bisa membuat angkutan kereta api dan jalan bisa jauh lebih kompetitif,” tutur Tundjung.

Seperti diketahui, saat ini sedang dilakukan pembangunan double track untuk meningkatkan keandalan kereta api yang meliputi Cirebon-Brebes 63km, Pekalongan-Semarangg 90km, Semarang-Bojonegoro 180km, dan Bojonegoro-Surabaya 103km.

Progres pembangunan hingga November 2012 mencapai 49,21% dan ditargetkan pada akhir tahun bisa mencapai 60,44% kemudian diteruskan pada 2013 mendatang hingga tuntas menjadi 100%.

“Selambat-lambatnya proyek dengan pembiayaan murni APBN ini bisa dioperasikan 2014,” kata Tundjung. (aliy)