Angkasa Pura 2

PT Angkasa Pura II Diminta Tingkatkan Pengawasan Sistem Kelistrikan Bandara Soekarno-Hatta

BandaraSelasa, 25 Desember 2012
Angkasapura-II

JAKARTA (beritatrans.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) merekomendasikan agar PT. Angkasa Pura (AP) II agar meningkatkan tindakan pengawasan terhadap sistem kelistrikan di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Hal itu diungkapkan Ketua KNKT Tatang Kurniadi selaku Ketua Tim Terpadu dalam penyelidikan tidak berfungsinya radar Bandara Soekarno – Hatta di Kantor PT AP II Komplek Bandara Soetta Tangerang, Banten, Senin (24/12) malam.

Tim yang terdiri atas TNI AU, KOHANUDNAS, Ditjen Perhubungan Udara, PT AP II dan PT PLN tersebut menyimpulkan, pada Minggu (16/12) telah terjadi kerusakan pada kapasitor UPS I yang mengakibatkan pemanduan harus dilaksanakan secara non radar.

“Pemanduan secara non radar yang dilakukan tidak mengakibatkan incident maupun accident,” jelas Tatang.

Meski demikian, tim menyatakan, perlu diadakan penelitian lanjutan terhadap terbakarnya kapasitor pada UPS I dan menjamin sistem back-up beroperasi secara otomatis.

Mengenai sistem yang dipasang sebagai tindakan keselamatan, tim menilai telah sesuai prosedur dan dapat menjamin ketersediaan supply listrik. “Pada saat terjadinya gangguan supply listrik dari PT. PLN dalam keadaan normal,” tambah Tatang.

KNKT menyatakan, langkah yang dilakukan sebagai reaksi terhadap kerusakan UPS I sesuai dengan prosedur dan tindakan pemanduan lalu lintas penerbangan pada saat terjadi gangguan dengan menggunakan prosedur non radar sesuai dengan SOP.

“ Tim terpadu akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap terbakarnya kapasitor UPS I setelah proses klaim asuransi selesai,” jelasnya.

Pada hari minggu,(16/12) pk 16:55 WIB atau 09:50 UTC sistem pemanduan lalu lintas Penerbangan di Bandara Soetta terganggu karena terputusnya aliran listrik ke Main Distribution Panel Menara Pengatur Lalu lintas Penerbangan, sehingga sebagian Sistem Jakarta Automated Air Traffic System (JAATS) tidak dapat menampilkan data penerbangan yang berupa target pesawat maupun informasi flight plan.

Untuk kepentingan keselamatan, pemanduan dilakukan dengan prosedural control ( non radar), seperti menunda seluruh penerbangan yang akan berangkat dari Bandara Soetta (21 pesawat), mendahulukan pesawat yang akan mendarat di Bandara Soetta (18 pesawat) dengan menambah jarak aman dari pesawat satu dengan lainnya sesuai dengan Standard Operation Procedure (SOP), 2 pesawat divert, 1 pesawat return to base dan 22 tertunda dari bandara keberangkatan.

Gangguan dapat diatasi pada pukul 17:10 WIB dengan melakukan bypass secara manual dari UPS I ke UPS II. Pada jam tersebut pengecekan terhadap seluruh pesawat yang dipandu secara non radar dinyatakan aman.(Furqon)