Angkasa Pura 2

Program Pendulum Nusantara Jalan Terus

DermagaJumat, 11 Januari 2013
Pelabuhan

JAKARTA (beritatrans.com) – Kepala Pusat dan Informasi, Kementereian Perhubungan (Kemenhub), Bambang S Ervan menegaskan, pemerintah tetap akan menjalankan program pendulum nusantara. Pasalnya, pmerintah beranggapan bahwa program ini merupakan upaya menekan tingginya biaya logistik.

Hal itu diungkap Bambang menjawab keraguan dari sejumlah pihak terhadap konsep Pendulum Nusantara yang rencananya akan direalisasikan pada tahun ini.

“Biasa kok jika sebuah kebijakan ada yang pro dan kontra, itukan dinamikanya. Selain itu, keberatan dari berbagai pihak sebagai masukan buat kita jika nantinya diperlukan perbaikan terhadap kebijakan yang dikeluarkan. Walaupun demikian konsep Pendulum Nusantara, yang saat ini memasuki tahap persiapan tetap kita jalankan,” katanya di Jakarta, Jumat (11/1).

Ia mengatakan, dalam waktu dekat kemungkinan akan dilakukan pertemuan antara Kemenhub dengan pihak-pihak yang terkait dengan program ini, seperti Indonesian National Ship Owners Association (INSA). PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) serta para pelaku usaha lainnya.

Bambang juga mengharapkan agar semua pihak memahami terlehih dahulu konsep Pendulum Nusantara, karena ini merupakan bagian dari persiapan dari upaya pemerintah menekan biaya logistik yang saat ini menjadi keluhan berbagai pihak.

beritajakarta.com

Terkait prasarana pendukung mulai dari pelabuhan, akses menuju pelabuhan dan juga armada yang nanti akan dioperasikan tetap menjadi perhatian dari pihaknya untuk diperbaiki.

“Untuk inilah kami mengharapkan dukungan dari pihak-pihak terkait seperti INSA, Pelindo dan pelaku usaha maritim lainnya agar usaha menakan tingginya biaya logistik ini dapat tercapai,” katanya.

Sedangkan terkait akses menuju pelabuhan yang selama ini dikeluhkan, Bambang mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar dapat membantu penyelesaian masalah ini.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan kordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar segera menyelasikan proyek kereta api masuk ke dalam dermaga di pelabuhan Tanjung Priok.

Nantinya diharapkan angkutan kereta api masuk pelabuhan tidak hanya di Tanjung Priok saja, tapi di Belawan (Medan), Tanjung Perak (Surabaya) dan Makassar (Sulawesi Selatan).

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino menyatakan kesiapan menjalanan konsep Pendulum Nusantara yang akan dioperasikan pada 2014 mendatang.

“Pemerintah yang menyiapkan alur, dan kami menyiapkan terminalnya. Dan untuk mendukung Pendulum Nusantara, kami membeli program-program Information Communications Technology (ICT). Sistem itu akan dipakai di semua pelabuhan yang dilewati alur tersebut,” katanya.

Dalam sistem itu, operator pelabuhan dan para pemangku kepentingan menyediakan rute pelayaran sepanjang jalur barat-timur Indonesia yang beroperasi seperti pendulum. Dikatakan seperti pendulum karena akan terus bergerak. Rute yang dimaksud akan melewati enam pelabuhan utama, yakni Belawan, Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Sorong.

Sistem ini diharapkan menurunkan ongkos pengiriman logistik di Indonesia. Selama ini, masih terjadi perbedaan harga antara Pelindo I hingga Pelindo IV. Jika sistem Nusantara sudah berjalan, Pelindo I hingga Pelindo IV akan bekerja sama menentukan satu tarif.

Sedangkan anak perusahaan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV, yaitu PT Terminal Petikemas Indonesia, akan mengoperasikan terminal-terminal yang digunakan dalam Pendulum Nusantara.

“Keseluruhan investasi untuk Terminal Petikemas Indonesia mencapai 3 triliun rupiah. Dari investasi tersebut, sektor perbankan akan memberikan kontribusi 2 triliun rupiah, sementara sisanya lainnya berasal dari Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV,” katanya. (aliy)

loading...