Angkasa Pura 2

PT Angkasa Pura I Naikkan Tunjangan Pensiunan & Tebar Bonus Rp100 Miliar ke Pegawai

BandaraSenin, 14 Januari 2013
ap1-edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Sebagian hasil dari kinerja mengkilat PT Angkasa Pura I didistribusikan untuk pembayaran bonus pegawai dan menaikkan kesejahtaraan pensiunan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengungkapkan sebenarnya laba tahun 2012 ditaksir mencapai sekitar Rp800 miliar. Hanya saja karena ada kebutuhan lain, maka sebagian dari laba tersebut dialokasikan untuk menaikkan tunjangan pensiunan sekitar Rp162 miliar.

“Kami menaikkan kesejehtaraan pensiunan karena di antara mereka masih banyak yang terima di bawah Rp1 juta. Kalaupun lebih hanya sekitar Rp1,5 juta. Ini sangat miris. Dengan kenaikan kebutuhan sehari-hari, gaji pensiunan itu jauh dari cukup,” cetus pria yang dipilih oleh Majalah Tempo sebagai satu dari lima CEO BUMN terbaik tahun 2012 itu.

Karenanya, dia menuturkan membahas kenaikan kesejahteraan pensiunan melalui memotong laba. “Alhamdulillah, direksi sepakat. Kami bisa menaikkan uang pensiu rata-rata Rp400.000 setiap bulan mulai tahun ini kepada 1.630 pensiunan,” ujar Tommy Soetomo.

Selain itu, direktur utama PT Angkasa Pura I mengutarakan manajemen bersepakat untuk memberikan bonus Rp100 miliar kepada pegawai. “Semoga dengan bonus ini, etos kerja dan produktifitas pegawai makin membara,” harapnya.

Meski demikian, dia mengingatkan kenaikan kesejahteraan pensiunan dan pemberian bonus itu masih menunggu persetujuan dari pemegang saham. “Insya Allah, dapat green light dari pemegang saham,” ucap Tommy Soetomo.

DIVERSIFIKASI USAHA
Dalam konteks mendulang uang dari hasil usaha, dia menegaskan manajemen PT Angkasa Pura I berusaha keras agar tidak terpaku dari pendapatan dengan kerja bermodel land lord (tuan tanah).

“Terima uang cuma dari PSC (passenger service charge) atau pesawat yang melintas, itu kan gaya lama. Sambil tidur aja, bisa dapat duit. Kami harus memperluas paradigma pegawai bahwa pelayanan mesti terus ditingkatkan, termasuk di antaranya investasi peralatan. Selain itu, perlunya diversifikasi usaha,” jelasnya.

Salah satu diversifikasi usaha tersebut, Tommy mengemukakan berupa pembangunan bisnis baru penunjang bandara. “Contohnya, di Bandara Ngurah Rai, kami bangun juga hotel dan mal. Begitu juga di Bandara Sepinggan dan Surabaya,” cetusnya.(aw).

  • http://www.facebook.com/kama.jaya.5059 Kama Jaya

    kapan pak

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari