Angkasa Pura 2

DAMRI Siapkan Skenario Tutupi Utang PPD

KoridorTuesday, 15 January 2013

JAKARTA – Manajemen Perum DAMRI menyatakan dalam posisi siap bila diperintahkan Kementerian BUMN mengambilalih Perum PPD. Bahkan siap dengan skenario menutupi utang PPD sekitar Rp170 miliar.

Direktur Utama Perum DAMRI, Ir. Agus Suherman Subrata, MBA, mengemukakan DAMRI masih memproses pengambilalihan tersebut sesuai dengan perintah Kementerian BUMN. “Walaupun Pemprov DKI Jakarta yang juga hendak mengambil PPD, kami terus memproses,” cetusnya kepada wartawan, Selasa (15/1/2013).

Ada tiga hal menjadi persyaratan yang diajukan DAMRI untuk mengambil alih PPD yakni adanya keterbukaan soal keuangan, termasuk kewajiban kepada pihak ketiga, serta assetnya. “Selain itu, kami meminta bantuan BPKP untuk mengaudit PPD dan menyiapkan due delligence,” ungkapnya didampingi Direktur Teknis Bagus Wisanggeni, Direktur Keuangan dan SDM Ketut Mudita dan Direktur Usaha Sarmadi Usman.

Sejauh ini, dia mengutarakan didapat data soal utang PPD mencapai Rp170 miliar antara lain ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan Rekening Dana Investasi (RDI) Kementerian Keuangan. Agus menyatakan urusan itu bukan persoalan susah untuk menyelesaikannya.

“Untuk utang ke Pelindo II, kami bisa menawarkan agar utang itu menjadi euqity Pelindo II di DAMRI. Sedangkan utang ke RDI, bisa kami ajukan sebagai penyertaan modal pemerintah ke DAMRI. Banyak cara lain lagi untuk menanggulangi utang tersebut,” jelasnya.

ANAK PERUSAHAAN
Menyinggung tentang rencana DAMRI setelah PPD dilikuidasi dan diambil alih, dia menegaskan diproyeksikan menjadi anak perusahaan. “Awalnya kami ingin menjadikan PPD sebagai anak perusahaan yang khusus mengelola busway di Jakarta. Rencana ini masih relevan bila diterapkan,” ujarnya.

Dengan menjadi anak perusahaan pengelola busway, dia menegaskan SDM eks-bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pengelolaan busway. “Jadi tidak ada rasionalisasi SDM berupa PHK,” tegasnya.(aw).