Angkasa Pura 2

Terpuruknya Transportasi di Musim Hujan

Rubrik Iskandar AbubakarKamis, 17 Januari 2013
20130117_073728

Musim hujan menimbulkan permasalahan transportasi yang tidak kecil mulai jalan rusak akibat terendam air berhari-hari, yang akan mempengaruhi biaya operasi kendaraan, menurunkan kecepatan ataupun meningkatkan angka kecelakaan terutama pada sepedamotor, yang pada gilirannya menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

Memang musuh utama konstruksi jalan adalah air, air dan air tetapi pakar konstruksi jalan Agus Taufik Mulyono dari Universitas Gajah Mada mempunyai pandangan yang berbeda, dia mengatakan “Kinerja pengerasan jaringan jalan daerah saat ini sangat memprihatinkan” sebagai faktor kecepatan kerusakan jalan di Indonesia. Ini bisa terjadi karena pemangku kepentingan di bidang jalan tidak patuh terhadap penerapan standar, pedoman, dan manual (SPM) mutu yang disepakati dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengoperasian serta pemeliharaan jalan,” katanya.

Keadaan ini diperparah dengan drainase jalan yang buruk yang sering mengakibatkan genangan air dijalan yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang parah. Bahkan pada hari Kamis 17 Januari 2013, beberapa titik di jalan protokol Jakarta Jl. MH Thamrin tergenang air, dan mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang serius.

Ini masih ditambah lagi dengan kelebihan muatan mobil barang, sampai-sampai Gubernur Sumatera Selatan melarang mobil barang batu bara untuk melewati jalan  menuju pelabuhan, kebijakan ini diprotes keras oleh para supir angkutan batu bara ini. Tetapi kalau langkah ini tidak diambil kerusakan akan semakin menjadi-jadi.

Apa yang harus dilakukan

Beberapa langkah perlu dilakukan untuk mengatasi hambatan transportasi di musim hujan.

  1. Drainase jalan harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan dan pengoperasi jalan,
  2. Kualitas konstruksi harus ditingkatkan, khusus untuk daerah-daerah yang selalu digenangi air agar menggunakan perkerasan kaku/beton,
  3. Segera memperbaiki jalan bila terjadi kerusakan sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan.
loading...