Angkasa Pura 2

Dirjen Suroyo: 6 Ruas Tol Baru Sebaiknya Khusus Angkutan Umum

KoridorJumat, 1 Februari 2013
suroyo-edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat suroyo Alimoeso menyatakan setuju saja dengan pembangunan rencana pembangunan enam ruas jalan tol baru di Jakarta. Hanya saja, tol tersebut harus dipergunakan khusus untuk angkutan umum.

Enam ruas jalan yang diprediksi menelan biaya Rp 42 triliun itu ialah Kampung Melayu-Kemayoran (9,6 km), Semanan-Sunter lewat Rawabuaya Duri Pulo (22,8 km), Kampung Melayu-Duripulo lewat Tomang (11,4 km), Sunter-Pulogebang lewat Kelapa Gading (10,8 km), Ulujami-Tanah Abang (8,3 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,5 km).

“Dengan memberikan kesempatan hanya kepada angkutan umum menggunakan jalan tersebut, maka pemerintah termasuk di dalamnya Pemprov DKI Jakarta, tetap terjaga kepedulian terhadap transportasi publik,” ujar Suroyo Alimoeso kepada beritatrans.com, Jumat (2/2/2013).

Dia mengingatkan pengguna jasa transportasi publik jauh lebih besar ketimbang pengguna kendaraan pribadi. Selain itu, dengan menggunakan angkutan umum maka terjadi efisiensi dalam hal penggunaan BBM serta menekan tingkat kemacetan arus lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya.

“Apalagi dengan dipermudahkan angkutan umum menggunakan jalan maka mobilitas logistik menjadi lebih lancar, yang pada gilirannya dapat menjaga pasokan kebutuhan sandang serta pangan, serta berpengaruh kepada stabilnya harga,” tegas dirjen.

Dalam konteks itu, dia menyatakan amat tidak sependapat dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta melarang truk dan kontainer melintasi jalan tol dalam kota pada jam-jam tertentu, dengan alasan menekan kemacetan arus lalu lintas.

Suroyo mengemukakan fakta memperlihatkan kemacetan tetap terjadi dan malah lebih parah. Hal ini karena pertumbuhan jumlah kendaraan amat pesat. Karena itu, semestinya Pemprov DKI Jakarta justru melarang pada jam-jam tertentu operasional kendaraan pribadi di jalan arteri dan tol.

“Saya menjamin sejuta persen, kalau jalan-jalan diprioritaskan kepada angkutan umum maka kemacetan pasti hilang. Jalanan lancar selancar-lancarnya,” cetusnya.

TAK ANTI
Keberpihakan terhadap angkutan umum itu, dia menegaskan bulan berarti dirjen anti terhadap kendaraan pribadi. “Sama sekali saya tidak anti. Silakan miliki sebanyak-banyaknya kendaraan pribadi. Tetapi mohon jangan setiap hari dipakai. Silakan gunakan angkutan umum,” tuturnya.(aw).