Angkasa Pura 2

4 Rute Baru Bus Khusus Bandara Soekarno – Hatta Dilelang

KoridorJumat, 22 Februari 2013
suroyo alimoeso

JAKARTA – Empat rute angkutan khusus Bandara Soekarno – Hatta (Soetta) segera dibuka Ditjen Perhubungan Darat. Untuk operatornya, segera digelar lelang, yang terbuka untuk perusahaan otobus (PO) nasional.

Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso mengemukakan rute yang dilelang adalah Bandara – Pulogebang, Bandara – Depok, Bandara – PGC Cililitan dan Bandara – Cileungsi. Pembukaan rute baru ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Perhubungan meningkatkan ketersediaan trayek dan armada untuk pengguna jasa dengan kepentingan bepergian dari dan ke Bandara Soekarno – Hatta.

“Orientasinya memang kepada peningkatan pelayanan kepada rakyat, sehingga rakyat mendapatkan pilihan beragam transportasi publik dari dan ke bandara. Selain itu, membantu pengelola bandara menyediakan transportasi publik yang lebih baik,” ujarnya didampingi Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Sugihardjo dan Kasubdit Angkutan Jalan Ahmadi ZB.

Dengan semakin banyaknya rute ke bandara, dirjen menegaskan maka diharapkan juga terjadi semakin besar migrasi warga dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Dengan demikian, beban lalu lintas dapat dikurangi. “Pada gilirannya, pengurangan penggunaan kendaraan pribadi akan multiefek positif antara lain berkurangnya konsumsi BBM dan polusi udara,” tuturnya.

LELANG
Agar operator bus khusus bandara dapat variatif dan terjadi kompetisi secara sehat dalam hal pelayanan, Suroyo mengutarakan maka empat rute itu dilelang. Hanya perusahaan otobus nasional yang diperbolehkan mengikuti lelang.

“Hanya saja untuk Perum DAMRI dan Prima Jasa tidak diperkenankan mengikuti lelang ini karena kami berharap ada banyak operator dan tercipta persaingan sehat dalam pelayanan kepada pengguna jasa. Lelang, yang akan digelar pekan depan itu dipastikan fair dan obyektif,” cetusnya.

Sejauh ini, dia mengutarakan sudah banyak PO berminat dan mengajukan mengikuti lelang. Padahal persyaratan lelang cukup berat misalnya PO sudah beroperasi minimal 15 tahun dan setiap bus dilengkapi peralatan global positioning system (GPS).

TAKSI
Menyinggung tentang pelayanan taksi di Bandara Soekarno – Hatta, Dirjen Suroyo menyatakan terus diawasi level pelayanannya. Pengawasan ketat ini bagian dari memberikan kenyamanan dan keselamatan kendaraan serta penumpangnya. Bila diketahui ada taksi yang tidak memenuhi atau melanggar batas pelayanan, maka Ditjen Perhubungan Darat segera menindak.

“Sudah tiga perusahaan taksi dengan ratusan kendaraan, kami tidak izinkan lagi beroperasi di Bandara Soekarno – Hatta. Kami tidak ada kompromi kalau menyangkut aspek keselamatan dan level pelayanan. Nakal ya langsung ditindak,” tegasnya.(aw).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari