Angkasa Pura 2

Siapkah Angkutan Umum Menghadapi Pembatasan Lalu Lintas

Another NewsTuesday, 5 March 2013

Pro-kontra penerapan kebijakan ganjil genap mulai bermunculan. Salah satu isue yang perlu menjadi perhatian penuh dari Pemerintah provinsi DKI Jakarta adalah penyiapan angkutan umum yang handal dengan pengertian frekuensi tinggi, kecepatan tinggi, jaringan luas, dan cukup nyaman. Isue lainnya, kalau memang ini adalah alternatif sementara kenapa tidak lompat saja ke pada penerapan jalan berbayar elektronik.

Apapun langkah yang diambil, perlu dilakukan perencanaan yang mendalam berapa pengaruh kebijakan terhadap peningkatan penggunaan angkutan umum yang harus dipersiapkan dengan matang.

Melihat kepada potret pilihan moda pada tahun 2010 berdasarkan survei yang dilakukan JICA maka demand perjalanan didalam DKI Jakarta adalah 18, 8 juta perjalanan dan terdapat 7 juta perjalanan yang berasal dari dan ke DKI Jakarta yang sebagian besar didominasi sepeda motor.

Kalau saja yang dikenakan kebijakan hanya pengguna mobil penumpang maka pengaruhnya hanya terbatas 4,3 juta perjalanan. Dengan pengurangan 25 persen arus kendaraan pribadi didalam DKI Jakarta maka kurang lebih 1,1 juta akan beralih ke angkutan umum dan sebagian akan beralih juga ke sepeda motor.

Siapkah angkutan umum menerima tambahan penumpang sebesar kurang lebih 23 persen dari penumpang yang saat ini. Apa langkah yang sudah dilakukan? Sudah cukupkah langkah yang sudah dilakukan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu kerja keras untuk melakukan penambahan  kapasitas angkutan umum, meningkatkan kelancaran agar kebijakan yang diambil berakhir dengan malapetaka kegagalan yang diiringi protes keras masyarakat yang terkena kebijakan.

Iskandar Abubakar /@iskandarabu