Angkasa Pura 2

Langkah Mengantisipasi Ledakan Jumlah Sepeda Motor

Rubrik Iskandar AbubakarRabu, 6 Maret 2013
176761_pengendara-motor-abaikan-rambu-lalulintas_663_382

Mengacu kepada studi yang dibuat JICA pada tahun 2010 jumlah perjalanan dengan sepeda motor sebesar 28 juta trip/hari atau lebih separoh dari seluruh perjalanan sedang dengan angkutan umum 14 juta trip dan 11 juta trip menggunakan mobil. Dengan demikian kebijakan yang diarahkan kepada sepeda motor akan berdampak signifikan terhadap lalu lintas.

Tidak heran bahwa lalu lintas didominasi oleh sepeda motor yang pada gilirannya mengakibatkan berbagai permasalahan. Diantaranya yang paling memprihatinkan adalah tingkat disiplin berlalu lintas yang semakin memburuk akibat polisi kewalahan untuk mengendalikan prilaku pengemudi karena jumlah sepeda motor yang sangat besar; murah dan mudahnya untuk memiliki sebuah sepeda motor; biaya penggunaan rendah dan kecepatan perjalanan yang jauh lebih tinggi dari menggunakan angkutan umum.

Jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang terkait dengan sepeda motor juga sangat tinggi, diperkirakan sekitar 72 persen dari seluruh kejadian kecelakaan melibatkan sepeda motor, kurang lebih 20 ribuan setiap tahun pemakai sepeda motor yang mnregangkan nyawanya di Jalan, angka yang tidak diabaikan begitu saja.

Apa yang bisa dilakukan

Langkah pertama yang bisa dilakukan dengan meningkatkan penegakan hukum terhadap para pelanggar disiplin dalam hal ini pengendara sepeda motor baik oleh petugas maupun dengan menggunakan tehnologi elektronik (electronic Law Enforcement) sehingga pengawasan bisa dilaksanakan secara terus menerus.

Kedua Pemerintah daerah perlu mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan lalu lintas sepeda motor dengan mengacu pada pasal 133 ayat (2) huruf c pada UU no 22 tahun 2009 yang berbunyi “pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor pada koridor atau kawasan tertentu pada waktu dan Jalan tertentu”’.

Ketiga pemerintah daerah mulai mempertimbangkan penetapan kuota kendaraan bermotor yang bisa dijual di Provinsi DKI Jakarta dan daerah penyanggaya, seperti yang sudah diterapkan diberbagai negara.

Kesemua langkah tersebut kalau dijalankan akan menurunkan gangguan kelancaran lalu lintas, penghematan enerji karena beralih ke angkutan umum yang efisien serta yang terpenting dapat mengurangi angka kecel;akaan yang melibatkan sepeda motor.

Iskandar Abubakar / @iskandarabu