Angkasa Pura 2

Pemkab Bangka Barat Gandeng STTD Bangun Pelabuhan Tanjung Ular

SDMJumat, 22 Maret 2013
sttd-bangka barat-edit

BEKASI (beritatrans.com) – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggandeng Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dalam merencanakan pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular di Kabupaten Bangka Barat. Sekolah yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, itu diserahi tugas untuk Survey Investigasi Desain (SID) dan Detail Engineering Desain (DED) pelabuhan penyeberangan tersebut.

Memori kesepahaman (MoU) kerjasama perencanaan tersebut ditandatangani Ketua STTD RH Christiono Haribowo, MSc, dan Bupati Bangka Barat Ust. H. Zuhri M Syazali, Lc, MA,  di kampus STTD, Kamis (21/3/2013). “Pihak Pemkab Bangka Barat meminta kami untuk menyediakan tenaga ahli, instruktur dan narasumber dalam mendesain pelabuhan di Provinsi Bangka Belitung tersebut,” jelas Christiono kepada beritatrans.com, Jumat (22/3/2013).

Sedangkan pihak Pemkab Bangka Barat, dia mengemukakan menanggung sepenuhnya pembiayaan untuk pelaksanaan kerjasama, penyediaan akomodasi bagi pelaksana lapangan dari pihak STTD.  “Intinya, urusan perencanaan diserahkan kepada tim ahli dari kami, yang tentu saja bekerjsama dengan pihak Pemkab, dalam hal ini Dinas Perhubungan Bangka Barat.  Sedangkan kebutuhan dana untuk pelaksanaan kerjsama sepenuhnya ditanggung Pemkab dengan menggunakan dana APBD,” ungkapnya.

Pihak Pemkab Bangka Barat, Christiono mengungkapkan sebenarnya berkeinginan agar personel dari STTD menjadi bagian dari SDM pengelola pelabuhan tersebut. Keinginan tersebut ditampung dan disalurkan kepada taruna. “Kalau tarunanya mau pegawai Pemkab Bangka Barat setelah lulus dari STTD, ya silakan saja,” ujarnya.

Hanya saja, dia menuturkan ada cara yang lebih bagus agar kebutuhan personel ahli transportasi darat di Bangka Barat dapat dipenuhi, yakni melalui pengiriman calon taruna untuk dididik di STTD. “Banyak pemda melalukan langkah ini, karena kebutuhan amat mendesak tenaga ahli transportasi darat,” tuturnya.

PEMDA KALTIM

Kerjasama untuk menyediakan tenaga ahli/instruktur untuk perencanaan proyek infrastruktur transportasi darat, Ketua STTD mengemukakan disampaikan pula oleh Pemda Kalimantan Timur (Kaltim). Sudah ada permintaan secara tertulis agar ada MoU untuk penyediaan tenaga ahli/instruktur dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan terminal bus dan jaringan perkeretaapian.

Permintaan tersebut, Christiono menuturkan sudah disanggupi. “Kami tinggal teken MoU saja. Alhamdulillah, tenaga ahli kami dipercaya oleh pemda-pemda dalam mensupervisi, mensurvey dan terlibat aktif mendesain proyek infrastruktur transportasi darat,” ujarnya.

DANA STTD

Mengenai kebutuhan SDM tenaga ahli transportasi darat di kabupaten-kabupaten dan provinsi yang perekonomiannya relatif baru tumbuh, dia menyatakan ada skim di STTD untuk mendanai taruna-taruna yang dikirim dari daerah. “Contohnya, Papua Barat, ada begitu banyak putra daerah yang dikirim untuk dididik di STTD dengan biaya ditanggung STTD,” tuturnya.

Pengiriman PAD (putera asli daerah) untuk dididik di STDD, dia menyatakan selain merupakan  solusi untuk menyiapkan SDM ahli transportasi darat di daerah, juga menjadi salah satu terobosan agar lulusan STTD menjadi pegawai negeri (PNS).

“Ada beberapa contoh bahwa sejumlah lulusan STTD enggan direkrut di daerah yang amat jauh lokasinya dari dearah asal mereka. Pada satu sisi, daerah yang justru membutuhkan SDM tersebut menjadi kekurangan SDM. Pada sisi lain, lulusan tersebut terpaksa menunggu waktu lagi untuk diterima dalam proses rekrutmen di daerah asal,” jelasnya.(aw).

 

 

 

 

 

loading...