Angkasa Pura 2

Presiden SBY Resmikan Pembangunan Terminal Kalibaru

DermagaJumat, 22 Maret 2013
Pelabuhan Kali Baru

JAKARTA (beritatrans.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan grounbreaking proyek pembangunan terminal Kalibaru Utara pelabuhan Tanjung Priok. Rencananya, terminal Kalibaru ini akan dibangun dalam dua tahap dengan biaya sebesar US$4 miliar.

“Hal ini untuk mempercepat pembangunan negara kita utamanya di bidang infrastruktur,” kata Presiden SBY di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (22/03/2013).

Presiden SBY meminta, bongkar muat arus barang dari kapal tiba hingga keluar pelabuhan bisa lebih dipersingkat. Saat ini aktifitas bongkar muat masih menghabiskan waktu hingga 6,2 hari.

“Saya berpesan, Pelindo II sebagai pengelola pelabuhan dapat menyelesaikan pembangunan dengan tepat waktu, jaga kualitas, dan efisiensi,” kata Presiden SBY.

SBY mengemukakan, dengan pengembangan ini maka sistem logistik nasional bisa efisien karena konektivitas terus dibangun sehingga bisa menghubungkan hingga ke pulau-pulau terluar.

“Sehingga saudara-saudara kita di Timur (Indonesia Timur) tidak perlu membeli barang dan jasa dengan harga tinggi,” ujarnya.

Senada dengan Presiden SBY, Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan mengatakan, pembangunan Terminal Kalibaru dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi yang baik mesti diikuti dengan sektor transportasi yang baik pula supaya memperlancar distribusi logistik nasional.

“Berdasarkan studi The Feasibility of Kalibaru Development Tahun 2011, arus peti kemas di Tanjung Priok meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 25 persen per tahun selama dua tahun terakhir dan diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” kata Mangindaan.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (persero) R.J. Lino mengatakan pembangunan tahap 1 Terminal Kalibaru akan menelan anggaran US$2,5 miliar dolar atau setara Rp22,66 triliun. Dana tersebut berasal dari korporasi.

Pada tahap 1 Terminal Kalibaru akan dibangun tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk bahan bakar minyak di atas lahan seluas 195 hektar. Dengan pengoperasian terminal tahap I dapat menambah kapasitas peti kemas sebanyak 4,5 juta teus dan 9,4 juta meter kubik produk minyak dan gas.

“Terminal 1 kontainer akan beroperasi 2 tahun lagi,” ujar Lino.

Kementerian Perhubungan sejak lima tahun terakhir secara masif membangun pelabuhan-pelabuhan di seluruh pelosok Indonesia. Pada tahun 2012 sebanyak 34 pelabuhan telah selesai dan siap dioperasikan di wilayah barat dan timu Indonesia. Di wilayah barat sebanyak 6 pelabuhan dan 28 pelabuhan di wilayah timur. Dari jumlah itu 21 pelabuhan merupakan pelabuhan di lokasi baru dan selebihnya pengembangan pelabuhan yang sudah ada.

Sedangkan pada tahun 2013 sampai 2014 ditargetkan akan rampung pekerjaanpengembangan 52 pelabuhan yang sudah ada dan 78 pengembangan pelabuhan baru. Sebanyak 108 buah pelabuhan terdapat di wilayah timur dan 23 pelabuhan di wilayah barat Indonesia.

Pertumbuhan kapal menurut menteri juga berkembang pesat.Pada Maret 2005 jumlah kapal laut yang berbendera Indonesia sebanyak 6.041 kapal, dan pada Januari 2013 jumlah kapal meningkat menjadi 11.961 kapal atau mengalami kenaikan 98 %.Demikian pula untuk sharing muatan nasional yang pada tahun 2005 hanya 61,3 %, pada 2012 telah meningkat menjadi 98,85 %. Sementara untuk sharing muatan ke luar negeri mengalami pertumbuhan, dari 5,7% pada 2006 9,8 % pada 2012. (arie)