Angkasa Pura 2

Garuda Klaim Berhasil Menghemat Listrik 3,1 Juta Watt

KokpitSenin, 25 Maret 2013
Earth Hour 2013

JAKARTA (beritatrans.com) – PT Garuda Indonesia mengklaim telah berhasil meningkatkan penghematan penggunaan daya listrik dari 2,1 juta watt tahun 2011 menjadi 3,1 juta watt selama tahhun 2012.

“Tahun 2013 ini, Garuda menargetkan penghematan daya listrik di lingkungan perusahaan dan kediaman karyawan Garuda Indonesia Group menjadi sebesar 3.500.000 Watt,” kata Vice Presiden Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia, Pujobroto melalui siaran pers yang diterima beritatrans.com di Jakarta, Senin (25/3).

Pujobroto mengatakan, sejak pertama kali mendukung program “Earth Hour” pada tahun 2009, setiap tahunnya Garuda Indonesia berhasil meningkatkan jumlah penghematan pemakaian daya listrik di lingkungan perusahaan maupun kediaman karyawan Garuda.

“Tahun ini Garuda Indonesia kembali memberikan dukungan kepada program ‘Earth Hour 2013’ dengan melakukan switch off di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Cengkareng,” katanya.

Melalui kampanye yang diprakarsai oleh “World Wide Fund for Nature (WWF)” ini, masyarakat dihimbau melakukan pemadaman (minimal) satu lampu dan peralatan elektronika lainnya yang tidak dipergunakan (di rumah atau di perkantoran) selama satu jam, sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan percepatan perubahan iklim global.

Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan program ”Earth Hour 2013” ini, Garuda Indonesia melaksanakan berbagai program antara lain melaksanakan pemadaman lampu selama satu jam pada bagian-bagian tertentu pada seluruh kantor perwakilan Garuda Indonesia (dan anak perusahaan) di seluruh Indonesia dan juga di kantor pusat – Gedung Manajemen Garuda Indonesia.

Pemadaman juga dilakukan pada billboard Garuda Indonesia di kantor-kantor di Indonesia seperti di Gunung Sahari, Bandara Soekarno-Hatta, dan JPO Sarinah, serta beberapa titik di seluruh kota di Indonesia.

Kemudian menayangkan TVC Global Hour pada kantor penjualan Garuda Indonesia dan kantor Garuda Frequent Flyer (GFF).

Dalam hal pelestarian lingkungan, Garuda juga telah melaksanakan berbagai upaya seperti program “One Passenger, One Tree” dengan menanam 100 ribu pohon pada kawasan seluas 250 hektare di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Kemudian menanam 50 ribu pohon sebagai media ulat sutera di Desa Karang Tengah, Bantul, Yogyakarta bekerjasama dengan Yayasan Royal Silk dan Propinsi Yogyakarta.

“Juga membangun penangkaran penyu di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat, penanaman 23.600 pohon mangrove di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dan melaksanakan program “Bali Beach Clean Up” yang bekerjasama dengan PT Coca Cola Amatil dan Quicksilver untuk melindungi dan memelihara kondisi pantai-pantai di Bali,” kata Pujobroto.

Selain itu, Garuda Indonesia melalui program “Garuda Indonesia Green Action” juga telah melaksanakan serta menerapkan beberapa “aksi hijau” di lingkungan kantor pusat Garuda Indonesia di Cengkareng. Diantaranya dengan melakukan penanaman berbagai jenis pohon, pembangunan jalur pedestrian di berbagai area, pembuatan 100 ribu lahan biopori, serta penyediaan fasilitas sepeda yang dapat digunakan oleh seluruh karyawan untuk beraktivitas tanpa harus menggunakan kendaraan bermotor (Garuda Indonesia Bike Park).

Sementara itu, secara operasional, Garuda Indonesia juga merevitalisasi armadanya dengan armada baru yang lebih ramah lingkungan dan lebih hemat bahan bakar seperti Airbus A330-200, Boeing B737-800 NG dan Bombardier CRJ1000 NextGen. Dengan menggunakan pesawat – pesawat baru, maka Garuda Indonesia telah menerapkan konsep aircraft ramah lingkungan dari aspek penghematan energi.

Sebagai salah satu bentuk pengakuan atas komitmen Garuda Indonesia terhadap kepedulian dalam menjaga dan melestarikan alam dan lingkungannya, dalam pelaksanaan “Earth Hour 2013” Garuda Indonesia untuk pertama kalinya mendapatkan penghargaan “Aksi Untuk Bumi 2013” untuk kategori “Bisnis” dari “World Wide Fund for Nature (WWF) – Indonesia” yang bekerjasama dengan “Komunitas Earth Hour Indonesia”. (aliy)