Angkasa Pura 2

Boeing Uji Coba Baterai Baru Dreamliner

Another NewsSelasa, 26 Maret 2013
boeing

JAKARTA (beritatrans.com) Produsen  pesawat dan aeroangkasa, Boeing menyatakan uji terbang untuk memeriksa sistem baterai baru pesawat 787 Dreamliner berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan publikasi perusahaan ini, Selasa (26/3), pihaknya mendesain ulang baterai pesawat ini setelah mengalami gagal fungsi di sejumlah pesawat yang berakibat pada pendaratan semua seri 787.

Sebelumnya, produsen pesawat terbang berbasis di Chicago AS ini akan menganalisa data dan menyiapkan tes lanjutan dalam waktu dekat.

Dikabarkan, Boeing mengalami kerugian sebesar US$50 juta per pekan akibat pendaratan semua pesawat seri 787 mereka. Pendaratan ini juga membuat penundaan pengiriman pesawat Dreamliner baru ke pelanggan mereka.

Dreamliner 787 adalah pesawat pertama di dunia yang menggunakan baterai lithium-ion, yang lebih ringan tetapi memiliki tenaga lebih dan dapat diisi ulang dengan lebih cepat. Tetapi insiden ini menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan dan membuat semua pesawat 787 didaratkan.

Januari lalu, kebakaran dialami pesawat 787 milik maskapai Japan Airlines 787 di Boston. Sementara, sebuah penerbangan Nippon Airways dipaksa mendarat darurat karena baterai mengalami gagal fungsi.

Sejak peristiwa itu, Boeing mendesain ulang baterai untuk menjamin keselamatan. Direncanakan juga mendesain baterai untuk menghentikan kegagalan termasuk meningkatkan produksi, operasi dan proses tes.

Sejumlah pengamat mengatakan desain ulang sepertinya membantu menangani kekhawatiran keselamatan yang selama ini dialami. “Saya akan memberikan pujian bagi para teknisi Boeing yang menjawab keraguan dengan mendesain ulang sebuah kotak yang akan bisa mengatasi masalah ini,” kata mantan anggota Badan Keselamatan Transportasi Keselamatan Nasional AS, John Goglia.

Desain ulang baterai ini telah disetujui oleh badan pelaksana penerbangan federal AS, FAA awal bulan ini. Namun, FAA meminta Boeing jalani dulu analisa dan uji coba yang lebih banyak.

loading...