Angkasa Pura 2

Kapal Patroli KPLP Diluncurkan dari Galangan PT Daya Radar Utama

DermagaSabtu, 30 Maret 2013
bobby-kapal

JAKARTA (beritatrans.com) – Dengan penuh kecemasan dan diwarnai teriakan ‘Allahu Akbar,’ malam Jumat, kapal patroli milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) diluncurkan dari galangan PT Daya Radar Utama ke pantai.

Menggunakan enam airbag, kapal tersebut melewati landasan (slipway) secara perlahan, Kamis (29/3/2013) malam. Begitu kapal menyentuh air, teriakan ‘Allahu Akbar’ makin menggema. Setelah seluruh bodi kapal secara sempurna mengambang di air, pukul 21.45, kontan tepuk tangan bergema.

Was-was dan cemas memang mewarnai peluncuran kapal tersebut di galangan yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu. Karena pada Senin pagi (18/2/2013), kapal sepanjang sekitar 60 meter itu terbalik saat diluncurkan untuk pekerjaan lanjutan di pantai.

Berhasilnya peluncuran menyebabkan Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bopbby R Mamahit, Sekditjen Perhubungan Laut Erwin Rosmali, Direktur Perkapalan Yan Riswandi dan Direktur Utama PT Daya Radar Utama Amir Gunawan tersenyum simpul.

“Setelah berada di perairan, maka pekerjaan kapal dapat dilanjutkan, termasuk di antaranya memasang mesin. Seluruh kebutuhan untuk melengkapi kapal sudah tersedia. Tinggal mamasang saja,” ungkap Amir Gunawan.

Amir juga mengemukakan PT Daya Radar Utama Berdiri pada tahun 1972. Telah membangun dan memperbaiki berbagai macam kapal dari bahan baja, aluminium alloy dan fiberglass reinforced plastic. Divisi Bangunan Baru mampu membangun kapal sampai dengan 6500 DWT sementara Divisi Reapair mampu memperbaiki kapal sampai ukuran 8000 DWT

TUAL DAN BITUNG
Kapal yang baru diluncurkan tersebut, Dirjen Perhubungan Laut Bobby R Mamahit mengemukakan merupakan salah satu dari dua kapal patroli kelas 1B, yang dipesan Kementerian Perhubungan. Harga per kapal Rp50-60 miliar dengan menggunakan APBN tahun 2010-2013.

“Kapal ini akan kami tempatkan untuk pangkalan KPLP di Bitung, Sulawesi Utara, dan Tual, Maluku. denagn keberadaan dua kapal ini maka patroli di Indonesia timur bisa makin kuat lagi,” jelasnya.

Dia berharap operasional kapal itu secara resmi bisa dimulai paling lambat September 2013. “Kami akan meresmikannya bersamaan dengan sosialisasi keselamatan pelayaran di Sorong, Papua,” ungkap Bobby.(aw).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari