Angkasa Pura 2

Dirjen Hubla: Kapal Niaga Nasional Naik Nyaris 100%

DermagaRabu, 3 April 2013
bobby

JAKARTA (beritatrans.com) – Setelah 8 tahun diterapkannya azas cabotage sesuai amanat Inpres No. 5 Tahun 2005, terjadi peningkatan signifikan jumlah armada nasional dan pangsa pasar muatan.

Kepada wartawan, Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit mengemukakan industri maritim nasional semakin kuat dengan adanya Inpres tentang pemberdayaan industri pelayaran nasional dan diperkuat dengan Undang-Undang No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Apalagi Inpres dan UU tersebut dilengkapi dengan 9 peraturan menteri, yang mendukung pengembangan angkutan laut dalam negeri,” jelas Bobby, Rabu (3/4/2013).

Dia mengungkapkan dalam bidang armada niaga nasional terjadi peningkatan nyaris 100 persen, tepatnya 98,70 persen, dalam kurun waktu 8 tahun. Bidang pangsa muatan terjadi peningkatan pangsa muatan angkutan dalam negeri menjadi 99,65 persen per Februari 2013;

Sedangkan dalam bidang kegiatan ekonomi baru (multiplier effect), dia menjelaskan terjadi peningkatan lapangan kerja pelaut sebagai konsekuensi dari bertambahnya jumlah kapal berbendera Indonesia.

Selain itu, dirjen mengutarakan penghematan devisa negara dengan berkurangnya penggunaan kapal asing untuk angkutan laut dalam negeri serta peningkatan industri perkapalan dan penciptaan kegiatan ekonomi baru.

BEYOND CABOTAGE
Sebagai tindak lanjut progres industri maritim nasional tersebut, Bobby menuturkan diperlukan upaya-upaya untuk mengoptimalkan peranan armada-armada nasional dengan meningkatkan pangsa jasa angkutan laut luar negeri Indonesia yang dikemas dalam agenda “beyond cabotage.”

Untuk kesuksesan penerapan agenda beyond cabotage diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder industri maritim nasional. “Saat ini, Ditjen Hubla beserta instansi terkait sedang menyusun Roadmap Beyond Cabotage,” ungkapnya.(aw).

loading...