Angkasa Pura 2

Beban Jalan Pantai Utara Melebihi Batas

KoridorRabu, 10 April 2013
Jalan Pantura

JAKARTA (beritatrans.com) – Beban jalan lintas Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa diniolai telah melebihi batas. Banyaknya truk dan kendaraan pengangkut beban yang tidak diimbangi dengan jumlah roda menjadi salah satu penyumbang beban berat itu.

“Akibatnya, daya tahan jalan di jalur utama pulau Jawa itu hanya tinggal sepersepuluh saja,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta, Rabu (10/4).

Menurutnya, hasil dari perhitungan beberapa ahli yang didatangkan, jalur pantura memang tidak seharusnya dilewati kendaraann pengangkut beban berat dengan jumlah roda tak seimbang.

Ia mencontohkan, truk pengangkut pasir yang hanya menggunakan dua roda di bagian belakangnya (kanan kiri). Akibat terlalu sedikitnya jumlah roda yang dipakai, membuat beban barang yang diangkut terfokus pada roda yang jumlahnya sedikit.

“Kalau dihitung, usia jalur pantura sepersepuluh dari usia yang direncanakan. Tidak heran jika di jalur pantura, perbaikan tidak pernah selesai karena kerusakan berpindah-pindah,” kata Djoko.

Ia tidak mempermasalahkan jika ada truk atau kendaraan berat lain menggunakan jalur pantura. Namun sebaiknya, jumlah roda kendaraan yang dipakai sesuai dengan berat beban yang diangkut.

Selain faktor kelebihan beban, kualitas aspal dan kontraktor dan pengawas nakal diakui Djoko masih jadi faktor penyebab.

“Itu terus kita evaluasi dan setiap tahunnya semakin baik,” ujarnya.

Jalur Pantura mempunyai panjang 700 km. Setiap tahunnya, jalur ini menjadi jalur utama pemudik dari wilayah Jakarta menuju berbeagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. (aisha)