Angkasa Pura 2

Mobet Masih Mangkal di Pasar Nangka Kemayoran

KoridorRabu, 10 April 2013
mobet-fitri1

JAKARTA (beritatrans.com) – Mobet menjadi salah satu pilihan sebagian warga Jakarta untuk bepergian. Angkutan umum beroda tiga ini antara lain mudah dijumpai di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, terutama di sekitar Pasar Nangka.

Mobet atau motor betjak merupakan kendaraan terdiri dari sebuah motor, yang pada bagian belakangnya menarik gerobak beratap. Warga menggunakannya untuk keperluan bepergian untuk jarak tempuh dekat.

Adalah Eno, 41, salah satu sopir Mobet yang setiap hari mangkal di Pasar Nangka, Kemayoran. Sejak Pk. 07.00, dia sudah terlihat di pangkalan tersebut. Di sana, dia menawarkan jasa kepada konsumen pasar, terutama yang terlihat begitu banyak barang belanjaan.

Dia mengenakan tarif bervariasi Rp5.000-15.000, tergantung jarak tempuh. Dengan bekeja hingga Pk. 18.00, dia bisa mengantongi uang sekitar Rp50.000/hari. Uang itu cukup untuk menghidupi diri dan keluarganya.

“Itu setelah dipotong untuk beli bensin dan setor Rp15.000 ke juragan Mobet,” ujar pria yang sudah 15 tahun mencari nafkah dengan menyediakan jasa Mobet itu.

PENGHASILAN MELOROT
Pria berkulit sawo matang itu mengemukakan sejak beberapa tahun terakhir penghasilan sebagai sopir Mobet tidak sebagus sebelumnya. “Soalnya sekarang sudah banyak ojek motor atau warga pakai motor sendiri ke pasar. Jadi berkurang banget yang mau naik Mobet,” tuturnya.

Meski demikian, perjuangan tak selalu pahit. Dia mengutarakan dompetnya lumayan tebal duit ketika menjelang Idul Fitri. “Wah bener-bener panen. Sampe cape bener ngelayanin penumpang,” uungkapnya. (Fitri Annisa)