Angkasa Pura 2

Walikota Bekasi Resmikan Sistem Dua Arah di Jalan Djuanda

KoridorJumat, 12 April 2013
peresmian sistem dua arah di jalan djuanda

BEKASI (beitatrans.com) – Setelah kurang lebih hampir 20 tahun diberlakukan sistem satu arah. Akhirnya pada Kamis (11/4/2013), sistem dua arah diterapkan di Jalan Djuanda, Kota Bekasi.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, mengemukakan Kebijakan tersebut dipilih agar pertumbuhan ekonomi di Bekasi berkembang. Karena, selama kurang lebih 20 tahun diberlakukan jalan satu arah, pertumbuhan ekonomi di Bekasi tidak merata.

“Kalau kita lihat di kota-kota besar lainnya di Jawa Barat, itu daerah eks-pusat pemerintahannya banyak berdiri bank dan pusat perbelanjaan. Tapi kalau kita beda, bank-bank itu banyak lari ke Ahmad Yani, dari situ saja terlihat pertumbuhan ekonomi kurang merata,” kata walikota yang akrab dipanggil Pepen itu, di sela-sela peresmian Sistem Dua Arah di alan Djuanda.

Kemudian ia menambahkan, selain bank yang hijrah ke Jalan Ahmad Yani, ketidakmerataan ekonomi juga terlihat dari “mati surinya” pusat perbelanjaan yang berdiri diri Jalan Djuanda.

“Bukan hanya bank saja yang pada lari, seperti pusat perbelanjaan ini saja yang sudah berdiri 20 tahun, tapi hidup tidak mati tidak. Makanya kita ambil kebijakan dua arah ini untuk menghidupkan hal itu tadi,” imbuh Rahmat Effendi.

Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara merata. Kebijakan itu juga diambil untuk mempersiapkan dan mengatasi beberapa problematika yang akan dihadapi pemerintah sehubungan akan beroperasinya Fly Over KH. Nur Ali, Summarecon, Bekasi. Serta mempermudah akeses masyarakat.

“Kita juga ingin mempersiapkan cara untuk mengatasi masalah yang nanti akan terjadi akibat dari fly over KH. Nur Ali Summarecon beroperasi, pasti kan ada tarikan-tarikan, misalnya kalau fly over itu sudah beroperasi pasti macetnya akan pindah ke Perjuangan sana, makanya upaya untuk menekan tarikan-tarikan yang akan terjadi di Perjuangan, jalan ini kita jadikan dua arah,” kata Walikota yang akrab disapa Pepen.

URAI 19 TITIK MACET
Pepen mengemukakan sudah aktifnya sistem dua arah di Jalan Djuanda, Bekasi, ini diharapkan bisa mengurai 19 titik persoalan kemacetan. “Kita juga ingin mengurangi 19 titik macet, di jalan Perjuangan macet, di Agus Salim juga macet, pokoknya sembilan belas titik lah. Nah itu yang sedang kita upayakan agar bisa diurai, karena sebagian besar itu di pusat kota,” katanya.

Namun dari hasil uji coba kemarin, penerapan sistem itu justru menimbulkan kemacetan lagi, bukan mengurai. Kendati demikian, Pepen mengatakan, “kalau pusat ekonomi itu memang macet tidak masalah, kan bukan pusat pemerintahan, supaya ekonomi meningkat itu harus ada akses, jadi orang akan lebih aktif,” imbuhnya.

Melihat dari permasalahan yang muncul ketika uji coba kemarin seperti kepadatan yang menimbulkan macet di jalan Djuanda, Pepen menyampaikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi serta kajian untuk menekan problematika yang diakibatkan dari sistem dua arah ini, salah satunya adalah kemacetan.

“Kita akan evaluasi terus rekayasa lalu lintasnya, sampai ketemu titik idealnya, karena Djuanda ini kan akan kita jadikan pusat ekonomi,” imbuhnya.

Permasalahan juga terjadi pada ruas jalan yang ukurannya tidak sama, termasuk jembatan Djuanda yang sudah berusia 40 tahun. Kendati melihat hal tersebut, Pepen mengungkapkan, “kita akan terus mengkaji dan memperbaiki secara bertahap, termasuk jembatan sudah kita rencanakan, karena kita tahu jembatan itu sudah 40 tahun,” katanya.

Lanjutnya mengatakan, meskipun sudah dibuka dua arah, jembatan tersebut pun tetap tidak boleh dilintasi oleh bus-bus besar. “Ini sudah kita buka dua arahpun bus besar tidak boleh lewat sini, terus kendaraan yang diatas 4 ton juga tidak boleh. Tapi kalau mobil tiga perempat yang hanya 3 ton, itu silahkan,” paparnya. (Fhirlian)