Angkasa Pura 2

Wamenhub dan Dirjen Perkeretaapian Resmikan Pengoperasian Jalur Ganda KA Serpong–Parungpanjang

EmplasemenRabu, 17 April 2013
Jalur Ganda Serpong

JAKARTA (beritatrans.com) – Wakil Menteri Perhubungan (WaMenhub) Bambang Susantono bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Tundjung Inderawan, serta Gubernur Banten Atut Chosiyah, meresmikan jalur ganda Kereta Api (KA) Serpong – Parungpanjang, Rabu (17/4).

Jalur kereta api Tanahabang – Serpong – Maja merupakan salah satu jalur yang sangat padat pada jaringan KA Jabotabek. Jalur kereta api ini merupakan jalur yang diandalkan masyarakat Banten untuk ulang-alik ke Ibukota Jakarta dengan jumlah penumpang yang diangkut rata-rata 69.350 orang per hari.

“Menyadari meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi kereta api di wilayah Provinsi Banten tersebut, Ditjen Perkeretaapian telah menjadikan Provinsi Banten menjadi rencana program pengembangan KA Commuter di wilayah Jabodetabek,” kata Kepala Humas Ditej Perkeretaapian Kemenhub, Muhartono di Jakarta, Rabu (17/4).

Menurutnya, pembangunan jalur ganda KA Serpong – Parungpanjang – Maja bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, mempercepat waktu tempuh, meningkatkan kapasitas lintas KA dari 101 KA per hari menjadi 128 KA per hari dan mengurangi kepadatan jalan raya.

Sejak tahun 2006 Ditjen Perkeretaapian Kemenhub telah melaksanakan program pengembangan prasarana perkeretaapian di wilayah Provinsi Banten. Pada tahun 2007 telah diselesaikan pembangunan jalur ganda KA Tanahabang – Serpong sepanjang 22,7 Km yang telah diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Juli 2007. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jalur ganda KA dan elektrifikasi jalur KA Serpong – Parungpanjang – Maja sepanjang 33 km.

Pada tahun 2009 telah diselesaikan elektrifikasi Listrik Aliran Atas Jalur tunggal KA lintas Serpong – Parungpanjang. Dengan elektrifikasi lintas Serpong – Parungpanjang sejak September 2009 KRL sudah dapat dioperasikan sampai Parungpanjang.

Kemudian pada tahun 2012 telah selesai pembangunan jalur ganda KA Serpong – Parungpanjang dan telah diuji coba pengoperasian jalur ganda KA antara Serpong – Parungpanjang pada akhir tahun 2012.

Sedangkan jalur ganda KA antara Parungpanjang – Maja sepanjang 22 km saat ini sedang dilaksanakan penyelesaian pekerjaan persinyalan dan elektrifikas. Direncanakan pada akhir 2013 sudah selesai dan dapat dioperasikan.

“Namun demikian untuk jalur tunggal antara Parungpanjang – Maja telah selesai pekerjaan elektrifikasi dan telah dilakukan uji coba pengoperasian KRL sampai dengan Maja dan pada Rabu 17 April 2013 ini,” ujarnya.

Selanjutnya pada tahun 2014 Ditjen Perkeretaapian akan melanjutkan pembangunan jalur ganda KA dan elektrifikasi antara Maja – Rangkasbitung sepanjang 17 Km dengan kebutuhan anggaran diperkirakan sebesar Rp765 miliar. Pembangunan ini direncanakan selesai pada tahun 2015.

Dalam jangka menengah, direncanakan akan dilaksanakan pembangunan jalur ganda KA antara Rangkasbitung – Merak sepanjang 69 Km dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1 triliun.

“Dengan dibangunnya jalur ganda KA Rangkas Bitung- Merak nantinya dapat terintegrasi dengan pelabuhan penyeberangan ASDP Merak, sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan jalan raya lintas Jakarta – Merak,” kata Muhartono.

Menurutnya, sumber pembiayaan pembangunan jalur ganda KA Serpong – Parungpanjang – Maja bersumber dari APBN dengan total biaya sebesar Rp1,2 triliun dan dilaksanakan dalam enam tahun anggaran.

Pemerintah saat ini juga sedang menyelesaikan pembangunan jalur ganda Duri – Tangerang sepanjang 19 km. Pada tahun 2013 ini sudah terpasang rel dan saat ini dalam penyelesaian pekerjaan persinyalan.

“Direncanakan pada pertengahan 2013 sudah selesai sehingga pada akhir 2013 sudah dapat dioperasikan jalur ganda KA,” tuturnya.

Untuk wilayah Timur Jakarta, Pemerintah akan memisahkan pengoperasian kereta api jarak jauh dengan kereta api commuter Jabodetabek yaitu dengan membangun Double-Double Track dan elektrifikasi lintas Manggarai – Cikarang. (aliy)