Angkasa Pura 2

Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Terhadap Transportasi

Rubrik Iskandar AbubakarSabtu, 20 April 2013
elastisitas BBM

Pengaruh kenaikan harga bahan bakar sangat tinggi terhadap transportasi, berdasarkan kajian yang dibuat di negara-negara  maju mempunyai elastisitas yang berada pada kisaran -0,088 sampai -0,118 yang biasanya jangka pendeknya bisa lebih kecil -0,03 dan sampai dengan -0,293 untuk jangka panjangnya.

Adanya elastisitas tersebut menunjukkan bahwa konsumsi akan berkurang sejalan dengan kenaikan harga bahan bakar, semakin tinggi kenaikan semakin besar pengaruh penurunan konsumsi yang bisa diharapkan dari kenaikan harga bahan bakar tersebut.

Konsumsi bahan berkurang karena langkah-langkah yang dilakukan masyarakat berupa:

  • Beralih ke moda angkutan lain yang lebih murah, dalam hal ini beralih kepada angkutan umum
  • Menggunakan angkutan yang lebih hemat, membeli kendaraan yang lebih kecil ataupun berlaih ke kendaraan hibrida sehingga konsumsi bahan bakar akan berkurang.
  • Beralih ke sepeda motor yang jauh lebih hemat dalam penggunaan bahan bakarnya.
  • Mengurangi perjalanan dengan menggunakan kendaraan.

Hal yang sebaliknya akan terjadi kalau harga bahan bakar tidak dinaikkan, karena  yang secara real sebenarnya terjadi penurunan nilai harga bahan bakar sejalan dengan laju inflasi yang terjadi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kalau kebijakan yang diwacanakan pemerintah untuk memberlakukan sistem dua harga bahan bakar minyak maka tingkat penggunaan sepeda motor akan meningkat dengan dengan drastis, sedang angkutan umum tidak akan mengalami peningkatan penumpang secara signifikan.

Padahal kondisi lalu lintas saat ini sudah sedemikian padat dan semrawut akan semakin parah, angka kecelakaan juga akan meningkatkan sejalan dengan pertambahan penggunaan sepeda motor.

Saran kepada pemerintah

Pemerintah tidak perlu ragu untuk menaikkan harga bahan bakar karena setiap kenaikan 10 persen akan mengurangi demand bahan bakar antara 0,8 sampai 1,18 persen yang berarti mengurangi polusi udara pada kisaran yang sama dengan penurunan demand BBM.

Kenaikan diberlakukan sama untuk semua kendaraan sehingga bisa mengurangi lemahnya dari sistem dua harga, disamping untuk mengurangi kecurangan yang sulit dikendalikan.

Angkutan umum disubsidi dalam bentuk lain yang pelaksanaannya bisa lebih transparan dan akuntabel, sehingga tarif angkutan umum tetap bisa lebih dikendalikan dan pelayanan angkutan bisa lebih baik melalui lelang pelayanan.

Iskandar Abubakar / @iskandarabu