Angkasa Pura 2

Kuartal Pertama 2013, Pendapatan Garuda Indonesia Naik 12,5 Persen

KokpitRabu, 1 Mei 2013
Garuda Check in

JAKARTA (beritatrans.com) – Pendapatan operasi PT Garuda Indonesia pada kuartal pertama tahun 2013 naik hingga 12,5 persen, yakni US$807,2 juta dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$717,4 juta.

Keterangan pers Garuda Indonesia yang diterima beritatrans.com, Rabu (1/5/2013) menyebutkan, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sebanyak 5,56 juta orang atau naik 20,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012, yaitu sebanyak 4,6 juta penumpang. Periode yang sama, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan angkutan cargo sebesar 24,2 persen, yaitu menjadi 81,3 ribu ton dari sebelumnya sebesar 65,4 ribu ton.

Frekuensi penerbangan domestik dan internasional Garuda Indonesia juga mengalami peningkatan menjadi sebanyak 44.224 penerbangan atau naik 23,5 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yaitu sebanyak 35.817 penerbangan. Selain itu, kapasitas produksi juga meningkat sebesar 16,2 persen dari 8,56 miliar menjadi 9,96 miliar.

Adapun load factor atau isian penumpang meningkat 1,7 persen menjadi 74,5 persen, dari 72,8 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan tingkat ketepatan penerbangan mencapai 87,9 persen atau meningkat 1,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, market share Garuda Indonesia di pasar domestik juga meningkat menjadi sebesar 28,3 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 27,3 persen. Trafik penumpang Garuda Indonesia di dalam negeri pada periode Januari – Februari 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 6,9 persen, lebih baik dibanding maskapai lain yang rata-rata mengalami penurunan hingga 4,1 persen.

Market share Citilink, anak usaha Garuda Indonesia juga naik menjadi 6,9 persen pada periode Januari – Februari 2013 dari sebesar 3 persen pada periode yang sama tahun 2012. Sementara trafik penumpang Citilink pada periode Januari – Februari 2013 meningkat sebesar 141% menjadi 530 ribu penumpang dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar 220 ribu penumpang.

Sementara itu, market share Garuda Indonesia di pasar internasional meningkat menjadi 25,8 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 23,6 persen. Trafik penumpang Garuda Indonesia di rute-rute internasional pada periode ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,1 persen, lebih baikdibanding maskapai lainnya yang mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.

Meskipun demikian, pendapatan operasi konsolidasi mengalami pertumbuhan negatif sebesar 20,7 persen dari US$16,7 juta pada kuartal pertama 2012 menjadi US$ 20,1 juta pada kuartal pertama tahun ini.

Sementara itu, pada tahun 2012 Garuda Indonesia mencatat pertumbuhan Laba Komprehensif sebesar 100 persen, dari US$72.7 juta pada tahun 2011 menjadi US$145.4 juta pada tahun 2012. Garuda Indonesia juga berhasil membukukan Pendapatan Operasi sebesar US$ ,472.5 juta, meningkat 12.1 persen dibanding tahun 2011 sebesar US$3,096.3 juta.

Laba Operasi juga meningkat 82 persen dari US$92.3 juta pada tahun 2011, menjadi US$168.1 juta pada tahun 2012, dan Laba Bersih meningkat sebesar 72,6 persen dari US$64.2 juta di tahun 2011 menjadi US$110.8 juta pada tahun 2012.

Tahun 2013 ini Garuda Indonesia akan mendatangkan 24 armada baru yang terdiri dari 4 Boeing 777-300 ER, 3 Airbus A330, 10 Boeing 737-800NG, dan 7 Bombardier CRJ1000 NextGen.

Sedangkan Citilink akan mendatangkan 16 armada baru yang terdiri dari 11 A320-200 dan 5 ATR-72 sehingga pada akhir 2013 Garuda Indonesia dan Citilink akan mengoperasikan sebanyak 139 armada (104 armada Garuda dan 35 armada Citilink) dengan rata-rata usia 5 tahun.

“Hingga tahun 2015, Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat,” kata Vice Presiden Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia, Pujobroto. (aliy)