Angkasa Pura 2

Dirjen Bobby: Kapal Laut Bisa Jadi Alternatif Angkutan Haji

DermagaRabu, 8 Mei 2013
bobby-edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan menyatakan kapal laut bisa saja menjadi alternatif transportasi jemaah haji. Hanya saja, opsi ini mesti dibahas secara intensif dengan Kementerian Agama.

Penggunaan kapal laut, Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Capt. Bobby R Mamahit mengemukakan memang memungkinkan dari berbagai aspek. Dari sisi jemaah haji, mereka selain mendapatkan pilihan variatif dalam hal moda transportasi dan harga, juga akan lebih leluasa dalam membawa barang bawaan, termasuk oleh-oleh haji.

“Mereka akan punya lebih banyak waktu luang untuk beribadah karena waktu tempuh pelayaran lebih panjang ketimbang penerbangan. Sekaligus juga bisa bernostalgia, karena memang sejak berabad-abad lalu, bangsa Indonesia memanfaatkan kapal laut untuk pergi ke tanah suci,” tuturnya kepada beritatrans.com, Rabu (8/5/2013).

Sedangkan dari sisi pemerintah, dia mengutarakan terbantu dalam menyediakan armada untuk transportasi jemaah haji. “Sedangkan pada aspek ekonomi, maka usaha pelayaran mendapat kesempatan yang sama untuk memberikan layanan transportasi haji,” ujar Bobby.

Hanya saja, dirjen menuturkan pilihan terhadap kapal laut untuki transportasi haji mesti dipertimbangkan dari berbagai sisi, terutama demand. “Kalau demand-nya tinggi, kami meyakini Kementerian Agama mempertimbangkannya,” cetusnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mewacanakan pergi haji melalui kapal laut sejenis Star Cruise. Ongkos melalui kapal ini jauh lebih murah dibandingkan menggunakan pesawat terbang.

“Kalau memang memungkinkan kami menyarankan warga Aceh yang melaksaakan ibadah haji bisa melalui kapal laut. Kalau cocok, ini lebih murah dibandingkan menggunakan pesawat,” ungkap Muzakir Manaf.

Muzakkir bersemangat menjelaskan tentang rencana perjalanan haji via kapal laut. Ia mengaku sudah ada investor yang menyediakan kapal untuk membawa JCH via laut ke Mekkah. “Kita berkoordinasi dengan pihak Deperteman Agama,” ujarnya.

KAPAL PT ARAFAT
Menurut catatan, sampai dengan tahun 1979, calon jamaah haji Indonesia dapat memilih salah satu dari dua pilihan. Apakah berangkat dengan menggunakan kapal laut, atau dengan pesawat terbang. Selain memilih kapal terbang ternyata banyak pula yang memilih naik kapal laut.

PT Arafat adalah perusahaan yang menangani angkutan haji laut dimana salah satu kapalnya adalah KM Gunung Jati. Sebagai perbandingan biaya pesawat saat itu adalah Rp. 1.400.000 perorang. Konon tahun 1979 merupakan akhir tahun pelaksanaan haji dengan kapal laut berdasarkan SK Menteri Perhubungan No SK-72/OT.001/Phb-79.

Tahun 1979 merupakan klimaks pagi penyelenggaraan haji dengan kapal laut. Saat itu biaya haji laut lebih mahal daripada haji udara. Tahun 1978, biaya haji udara hanya Rp 766.000, sementara biaya kapal laut mencapai Rp 905.000.

Pada musim haji tahun 1974/1975, besarnya Ongkos Naik Haji dengan
kapal laut untuk dek adalah sebesar Rp556.000, termasuk uang bekal kembali untuk jemaah Rp15.000 dan dana-dana untuk keperluan/kepentingan umat Islam. Ongkos ini ditetapkan oleh Presiden Soeharto melalui Keppres No. 28 Tahun 1974 tertanggal 1 Mei 1974.(aw).