Angkasa Pura 2

Pelabuhan Tanjung Priok Lumpuh

DermagaMonday, 3 June 2013

JAKARTA (beritatrans) – Ancaman mogok ternyata bukan gertak sambal. Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, lumpuh sejak Pk. 00:00 Senin (3/6/2013). Konflik pengusaha di pelabuhan dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I – IV melahirkan aksi mogok tersebut.

Sekitar 18 ribu truk kontener, yang biasanya setiap hari hilir-mudik di pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut, tidak tampak satu armada pun. Walhasil, barang ekpsor dan impor terhenti distribusinya.

Ketua DPD Organda DKI Soudirman, didampingi Ketua Asosiasi Pengusaha Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Priok Gemiang Tarigan, mengatakan stop operasi akan terus berlanjut sampai Meneg BUMN Dahlan Iskan mengevaluasi kebijakan Pelindo I, II, III da IV melakukan kegiatan usaha khususnya bidang angkutan darat.

“Kami punya bukti Pelindo sudah investasi besar besaran di bidang angkutan barang,” cetus Tarigan. Dia mengutarakan truk itu diinvestasi Pelindo I-IV antara lain di Cirebon, Palembang, Semarang, Dumai, dan Lampung.

Tarigan mengemukakan aAda sekitar 18 ribu truk yang lakukan mogok. Sebaiknya Meneg BUMN Dahlan Iskan jangan main-main dengan pengelolaan pelabuhan. “Ada 585 pengusaha angkutan di Pelabuhan Tanjung Priok, yang mengusahakan sebanyak 18.000 truk dan Dahlan Iskan tidak memperhatikan nasib mereka,” ujarnya.

Dia menegaskan kebijakan stop operasi ini diambil dalam pertemuan rapat pleno DPU Angsuspel Organda DKI, yang dihadiri sekitar 200 perusahaan angkutan, kemarin. Aksi ini sebagai protes kepada Meneg BUMN karena memberikan hak istimewa kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I,II,III dan IV dalam mengelola pelabuhan.

Padahal, hak istimea itu bertentangan dengan UU No 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya pasal (2) ayat (1) huruf (d). Menurut Tarigan, disebutkan maksud dan tujuan mendirikan BUMN antara lain sebagai perintis kegiatan usaha yang belum dapat diusahakan sektor swasta/koperasi.

RATUSAN PENGUSAHA
Sebelumnya, ratusan pelaku usaha angkutan khusus pelabuhan (Angsuspel) seluruh Indonesia dan puluhan assosiasi pengguna jasa menyatakan sepakat stop operasi, Senin 3 Juni 2013, mulai pukul 06:00 WIB. Aksi itu dihentikan hingga Kementerian BUMN menerbitkan surat perintah agar PT Pelindo I – IV menyetop usaha yang digeluti swasta yaitu tracking dan bongkar muat.

Sikap perlawanan itu diperlihatkan di antaranya oleh Ketua DPD Organda DKI Jakarta Soedirman, Ketua Forum Angsuspel Seluruh Indonesia, Gemilang Tarigan, Ketua DPW APBMI Jawa Tengah, Romulo S, APBMI Sumut, Herbin Polin Marpaung dan APBMI Cirebon, Suahelin Muhyar.

sopir angkot
Kondisi ini di suatu pihak membuat sopir angkot KWK 01 jurusan Cakung – Tanjung – Priok senang. Karena perjalanan biasanya ditempuh dalam 3 jam, bisa ditempuh dalam 2 jam. “Maunya kita sepi begini terus,” ujar seorang sopir KWK 31. (wilam)