Angkasa Pura 2

Operasional di Pelabuhan Tanjung Priok Mulai Normal

DermagaSelasa, 4 Juni 2013
Tj Priok Mogok

JAKARTA (beritatrans.com) – Kegiatan operasional Pelabuhan Tanjung berjalan normal, setalah kemarin berlangsung aksi stop operasi pelaku usaha angkutan peti kemas. Kondisi normal itu ditandai dengan menurunnya peti kemas yang menumpuk di terminal JICT dan TPK KOJA.

Penurunan peti kemas di lahan penumpukan itu diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Capt. Bobby R. Mamahit yang melakukan peninjauan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa sore (4/6).

Kondisi itu bisa terlihat juga dari mulai terjadinya antrean truk-truk trailer di jalan Pelabuhan Tanjung Priok sejak Selasa pagi hingga sore. Nampaknya truk-truk kontainer yang kemarin stop operasi itu berlomba-lomba masuk pelabuhan untuk mengangkut barang ekspor/impor.

Dalam peninjauannya Dirjen Hubla ke terminal peti kemas Jakarta Intenational Contaner Terminal (JICT) dan TPK KOJA dihadang kemacetan di ruas jalan dalam pelabuhan. Akibatnya peninjauan ke lokasi penumpukan urung dilakukan.

“Pada prinsipnya kegiatan operasional pelabuhan berjalan normal, dan pihak terminal melakukan upaya untuk mengatasi penumpukan peti kemas akibat peti kemas yang tidak bisa dikeluarkan kemarin. Karena adanya aksi stop operasi angkutan peti kemas,” ungkap Bobby R. Mamahit di Kantor Syahbandar Tanjung Priok.

Selanjutnya dikatakan, hasil dari kegiatan mengeluarkan peti kemas yang tertahan itu, dapat dilihat dengan menurunnya yeard occupancy ratio (yor) atau kapasitas lahan yang digunakan untuk penumpukan. “Saat ini kapasitas lahan penumpukan peti kemas di terminal peti kemas sudah turun dibandingkan kemarin meski masih tinggi,” ungkap mantan Kepala Administrator Pelabuhan Tanjung Priok ini.

Meski saat ini yor masih tinggi, tetapi pihak otoritas pelabuhan terus mendorong agar pengelola terminal melakukan upaya mempercepat pengeluaran peti kemas dari dalam terminal lini satu. “Jadi dalam beberapa hari ke depan diharapkan yor lapangan penumpukan peti kemas sudah normal kembali,” kata Bobby Mamahit.

Dirjen Hubla berharap semua pelaku usaha untuk kembali melakukan kegiatannya, agar kelancaran distribusi barang berjalan lancar. “Pemerintah akan memfasilitasi penyelesaian masalah yang dihadapi pelaku usaha di pelabuhan, dan hal tiu sudah ada dalam Telegram Dirjen Hubla sebelum adanya aksi stop operasi,” tambah Bobby R. Mamahit.

Sementara itu Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Sahat menyatakan, pada saat terjadi aksi stop operasi angkutan peti kemas yor di terminal JICT sebesar 117 % dan TPK Koja sebesar 119 %, menurun pada hari ini menjadi di terminal JICT sebesar 116 % dan TPK KOJA sebesar 114 %. Kondisi normal yor mencapai 70 %

“Peti kemas impor yang sangat banyak kami pindahkan ke lokasi penumpukan di terminal peti kemas ekspor, sehingga lahan terminal peti kemas impor bisa menampung peti kemas impor yang baru masuk,” ungkap Sahat. (wilam)

loading...