Angkasa Pura 2

Saingi AirAsia, Lion Air Pesan Ratusan Pesawat

KokpitSabtu, 15 Juni 2013
Boeing737-900ER_Malindo

JAKARTA — Maskapai penerbangan Lion Air menantang AirAsia di negerinya sendiri. Untuk itu, Lion Air memesan ratusan pesawat baru. Maskapai penerbangan satu ini, tidak lagu memakain brand Lion Air, melainkan mengoperasikan Malindo Air dengan pesawat jenis Boeing 737.

Tidak hanya itu, sebagai strategi bisnisnya memasang tarif rendah berbasis Malaysia yang menawarkan berbagai layanan premium. Maskapai ini menargetkan pelanggan AirAsia dan Malaysian Airline System dengan menawarkan makanan segar, kursi nyaman, dan TV layar sentuh dengan harga yang rendah.

“Kalau bisa memilih, setiap orang ingin terbang dengan maskapai premium. Yang menjadi batasan adalah harganya. Pekan ini di penerbangan perdana Malindo dari Kuala Lumpur ke kota turis Sibu di Sarawak, Malaysia timur,” ujar CEO Malindo, Chandran Rama Muthy, dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, pekan ini.

Maskapai yang berpusat di Kuala Lumpur itu menawarkan  tarif penerbangan yang rendah karena bisa mendapat pesawat dengan murah dari Lion Air, pemegang 49% sahamnya. National Aerospace & Defence Industries—perusahaan perawatan, perbaikan, dan perombakan pesawat asal Malaysia—memiliki sisa 51% saham Malindo.

Menurut Chandran, terdapat celah pasar di antara maskapai premium dan bertarif rendah, yang diisi oleh model operasi hibrida maskapainya. Tidak seperti maskapai bertarif rendah lainnya, Malindo memiliki kabin kelas bisnis di penerbangan domestik.

Pasar penerbangan Malaysia sendiri didominasi AirAsia, yang telah menerbangkan lebih dari 60% penumpang lokal dan merupakan maskapai bertarif rendah terbesar di Asia. Lion, yang memiliki 45% pangsa pasar di Indonesia, kini tengah mendirikan unit di Thailand dan telah memiliki maskapai premium di dalam negeri, Batik Air.

Dia menambahkan, Malindo ang memiliki logo serupa Lion Air di pesawatnya, berencana menambah jumlah armadanya menjadi 10 pesawat sampai akhir tahun ini: enam pesawat jet Boeing 737-900 dan empat turboprop, ujar Chandran. Saat ini Malindo memiliki empat pesawat, dengan rata-rata 80% kursi terisi.

“Lion Air saat ini akan menerima 34 pesawat baru hingga 2014untuk Malindo. Tujuan kami adalah menjadikan Kuala Lumpur pusat transit di Asia Tenggara.Kami akan menghubungkan penumpang dari India dan Dhaka ke Kuala Lumpur,” ujar Chandran.

Malindo berencana memulai rute ke New Delhi pada Agustus, yang kini masih menunggu persetujuan dari regulator di India. Maskapai ini juga berharap dapat terbang ke kota-kota India lainnya serta ke Cina.(machda)

loading...