Angkasa Pura 2

Jalur Ganda KA Cirebon – Brebes Dioperasikan Permanen

EmplasemenSelasa, 18 Juni 2013
uji coba-pak arief

JAKARTA (beritatrans.com) – Uji coba jalur ganda (double track) kereta api (KA) lintas utara Jawa segmen Cirebon-Brebes, , Senin (17/6/2013), berlangsung mulus.  Walhasil, jalur ganda tersebut bisa dioperasikan secara permanen.

“Alhamdulillah. Tidak ada kendala sama sekali. Lancar dan sesuai planning serta harapan. Kereta-kereta yang melintasi jalur baru tersebut bahkan tampak lebih smooth lajunya,” ungkap Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Arief Heryanto kepada beritatrans.com, Selasa (18/6/2013).

Karenanya, dia mengemukakan jalur ganda di koridor tersebut bisa dioperasikan permanen, sehingga dapat melayani peningkatan lalu lintas perjalanan kereta, terutama saat arus mudik Lebaran. Dengan demikian, pelayanan transportasi massal kepada rakyat bisa ditingkatkan lagi.

Selain peningkatan kapasitas jalan dan daya angkut penumpang, Arief mengutarakan jalur ganda juga dapat meningkatkan frekwensi dan laju perjalanan kereta.

Pada uji coba kemarin, kereta sudah bisa melaju pada kecepatan 40 km/km. Kecepatan ini akan dinaikkan secara gradual. Dengan peningkatan kecepatan ini maka waktu tempuh kereta di koridor Jakarta-Surabaya bisa diperpendek lagi.

“Sesuai dengan arahan serta bimbingan dari Bapak Menteri Perhubungan dan Bapak Dirjen Perkeretaapian, pembangunan serta pengoperasian jalur ganda ini mesti tepat waktu dengan pertimbangan pelayanan kepada rakyat harus lebih hebat lagi,” ujarnya.

Arief Heryanto mengingatkan dengan menggunakan kereta api dapat menimbulkan multimanfaat begitu besar. Dari sisi rakyat,  mendapatkan angkutan dalam jumlah memadai, dengan biaya relatif lebih murah dan tepat waktu.

Sedangkan manfaat secara nasional, dia menuturkan maka terjadi migrasi penggunaan angkutan dari moda jalan raya ke kereta api, yang berefek positif berupa menekan konsumsi BBM, pengurangan polusi udara, serta meminimalisasi tempo kerusakan jalan raya.

“Belum lagi, dengan tersedianya kereta api yang relatif lebih cepat dan tepat waktu, maka produktifitas nasional dapat ikut terpacu. Arus pergerakan orang dan barang lancar. Begitu juga di jalan raya, dapat berkurang level kemacetan lalu lintas kendaraan, yang pada gilirannya mengurangi stres pengguna jalan,” cetus Arief heryanto.(aw).