Angkasa Pura 2

MA Nyatakan RIAU Airlines Pailit

KokpitSelasa, 18 Juni 2013

JAKARTA – Maskapai penerbangan Riau Airlines (RAL) mau tidak mau harus menerima ketetapan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan maskapai yang melayani penerbangan lokal ini dalam status pailit.

Ketetapan MA ini telah mengeluarkan putusan penolakan kasasi atas putusan Pengadilan Niaga Medan tertanggal 12 Juli 2012 lalu. Putusan MA ini diambil pada pada 28 Januari 2013 dengan majelis kasasi terdiri dariMohammad Saleh, Djafni Djamal, dan Syamsul Ma’arif.

Menanggapi keputusan MA ini, Direktur Utama RAL, Teguh Triyanto saat dihubungi mengaku belum mengetahui putusan tersebut. “Saya baru dengar. Biasanya surat seperti itu dikirim kepada kuasa hukum RAL. Saya akan mengeceknya,” katanya, Senin (17/6/2013).

Putusan MA ini membuat tidak berdaya RAL, dalam beberapa bulan terakhir ini sedang mempersiapkan untuk terbang kembali. Apalagi kalau merujuk pada kesepakatan perdamaian (homologasi) RAL dengan para krediturnya pada 17 September 2012 atau dua bulan sejak dinyatakan pailit.

Sebagaimana diketahui, para kreditur menyetujui perdamaian yang intinya restrukturisasi utang selama jangka waktu 8 tahun dan mengajukan potongan utang sebesar 23 persen atau setara dengan Rp 60 miliar serta memastikan terjaganya going concern perusahaan.

Tidak hanya itu, PT Riau Investment Corporation (RIC) masuk sebagai investor baru. Pengadilan akhirnya mengesahkan homologasi pada Oktober 2012.Dengan putusan homologasi, RAL tidak memiliki masalah utang dengan kreditur lain, termasuk Bank Muamalat Tbk selaku pemohon kepailitan.

Kuasa Huku, Muamalat, Ricard Purba, mengaku terkejut atas putusan kasasi MA ini. “Adanya perdamaian ini sudah menyelesaikan semuanya. Putusan MA tidak mempertimbangkan itu,” katanya. (machda)