Angkasa Pura 2

Merpati: Tak Ada Pesawat Hilang

KokpitSelasa, 18 Juni 2013
boeing

JAKARTA (beritatrans.com) – Lagi-lagi soal pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA) menghiasi isi pemberitaan di media massa. Baru saja sepekan kasus hard landing maskapai penerbangan milik pemerintah di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur berlalu.

Kini ada pesawat milik MNA diisyukan menghilang tanpa jejak akibat sebuah kecelakaan. Mendengar isyu tersebut, Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) menegaskan, kalau semua pesawat Merpati (MZ) baik dari jenis Boeing, MA 60, Casa, Twin Otter, aman dan selamat.

“Kami sudah mengecek ke semua distrik manajer beserta seluruh crew yang ada di seluruh Indonesia, kami dapat pastikan semua pesawat merpati dari berbagai jenis, aman dan selamat. Saat ini semua pesawat Merpati melayani penumpang Merpati dari dan ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia baik untuk tujuan bisnis, sosial maupun hiburan,” tegas Vice President Corporate Secretary, Herry Saptanto di Jakarta, Senin (17/6).

Apalagi saat ini, sergahnya, sudah mulai memasuki musim liburan. Adapun beberapa pesawat yang sedang tidak melayani penumpang, saat ini sedang menjalani perawatan rutin di Merpati Maintenance Facility (MMF) Surabaya.

Menurut dia, untuk menepis isyu-isyu maupun berita yang tidak jelas asal usulnya yang menyebutkan sejak Minggu (16/6) sore, salah satu pesawat carter Merpati hilang. Dalam isyu tersebut disebutkan pesawat hilang di kawasan Papua. Padahal saat ini tidak semua pesawat yang menerbangi dan melayani penerbangan di wilayah Papua berasal dari PT Merpati Nusantara Airlines.

“Semua pesawat yang melintasi atau mendarat di Papua, oleh masyarakat Papua disebut Merpati. Hal ini karena masyarakat Papua dan masyarakat Indonesia Timur sudah sedemikian akrab dan mencintai Merpati,” jelasnya.

Selain itu, ujar Herry, Merpati salah satu perusahaan penerbangan pertama yang melayani penerbangan ke pelosok pelosok wilayah Indonesia Timur. Masyarakat Indonesia Timur menyebut semua pesawat yang melintasi atau mendarat di wilayahnya adalah Merpati. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia Timur yang sudah setia dan mencintai Merpati.

Karena itu, Vice President Corporate Secretary, Herry Saptanto itu meminta kepada masyarakat khususnya penumpang, agen atau biro perjalanan, mitra bisnis termasuk insan dan institusi pers untuk tidak mudah percaya pada isyu-isyu maupun berita yang tidak jelas sumbernya.

“Apalagi saat ini persaingan di dunia bisnis penerbangan sangat ketat. Merpati sendiri sangat terbuka kepada masyarakat. Apabila ada perubahan apapun, akan selalu disampaikan kepada masyarakat baik lewat pers maupun lewat mitra bisnis dan mitra kerja,” katanya.

Untuk itu, tambah Herry, kalau ada perubahan atau informasi penting apapun kami akan selalu sampaikan kepada masyarakat baik langsung maupun lewat pers. Informasi yang resmi dari kami biasanya disampaikan lewat pintu yang jelas, baik lewat salah seorang direksi, maupun sekretaris perusahaan, general manajer Humas kami atau dari Distrik Manajer.

“Jika informasi bukan berasal diluar dari staf atau pimpinan yang ditunjuk resmi oleh manajemen Merpati, kami memastikan semua berita dan isyu tentang Merpati, adalah tidak benar,” jelas tegas Herry. (machda)