Angkasa Pura 2

Sekolah Tinggi Transportasi Darat Gelar Seleksi 1.700 Siswa Pelamar

SDMRabu, 19 Juni 2013
christiono herbowo

JAKARTA (beritatrans.com) – Sekitar 1.700 lulusan SLTA akan bertempur memperebutkan 90 kursi taruna baru Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Mereka mengikuti tes tertulis kemampuan akademik, Selasa, 25 Juni 2013.

Kepada beritatrans.com, Rabu (19/6/2013), Ketua  STTD  RH Christiono Haribowo, MSc, mengungkapkan pelamar akan dites di sejumlah kota seperti Bekasi, Semarang, Surabaya, dan Samarinda. Mereka mengikuti seleksai untuk dididik di program pendidikan/jurusan Lalu Lintas Angkutan Jalan, Perkeretaapian dan Transportasi Darat.

Setelah dinyatakan lulus menjadi taruna di kampus, yang terletak di kawasan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu  maka taruna baru hanya diwajibkan menyerahkan uang  yang jumlah relatif kecil.

“Hanya sekitar Rp16 juta, angka pastinya saya lupa. Jumlah itu jauh di bawah  perguruan tinggi swsata dan negeri lainnya. Dan yang paling penting adalah, uang belasan juta itu hanya dibayar sekali saja selama menempuh pendidikan. Taruna di perguruan tinggi kami diasramakan. Taruna tak perlu mengeluarkan uang dari urusan makan sampai seragam,” tegasnya.

Sangat murahnya biaya pendidikan, ketua STTD mengutarakan karena adanya anggaran dari negara. “Karena itu, peminat masuk ke STTD memang luar biasa. Peminat akan semakin besar bila pendidikan di STTD menggunkan sistem ikatan dinas,” ujarnya.

90 DARI KALTIM

Christiono menjelaskan sebenarnya STTD tahun ini menerima 180 taruna baru. Hanya saja, sebanyak 90 taruna baru sudah dialokasikan untuk siswa tugas belajar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

“Kami (STTD) sudah menandatangani MoU dengan Pemprov Kaltim untuk mendidik 90 tenaga ahli perkeretaapian. Biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Kaltim,” ungkapnya.

Kerja sama dengan Pemprov Kaltim tersebut, dia mengatakan karena kebutuhan mendesak provinsi tersebut terhadap tenaga ahli perkeretaapian. Kebutuhan itu mengingat provinsi itu memprogramkan membangun jaringan perkeretaapian untuk angkutan batubara mulai tahun depan. Pembangunannya didanai Rusia.(aw).