Angkasa Pura 2

Dirjen Bobby R Mamahit Jamin Tarif Jasa Kepelabuhanan Tak Naik

DermagaJumat, 21 Juni 2013
dirjen bobby

JAKARTA (beritatrans.com) – Aspirasi pengurus DPP Indonesia National Shipowners Association (INSA) soal tarif jasa kepelabuhanan direspon positif Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit. Respon ini dipastikan bikin pengurus organisasi pemilik kapal itu tidur nyenyak.

Kepada beritatrans.com, Bobby R Mamahit menegaskan kenaikan harga BBM tidak akan berimbas kepada kenaikan tarif jasa kepelabuhanan. “Kami menjamin itu,” tegasnya, Jumat (21/6/2013) sore.

Jaminan tersebut, Dirjen menyatakan berbasis kepada fakta bahwa komponen harga BBM bersubsidi tidak digunakan dalam perhitungan tarif jasa kepelabuhanan yang dikenakan pengelola pelabuhan, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I – IV terhadap pengguna jasa.

“Kalaupun komponen harga BBM masuk dalam perhitungan tarif jasa kepelabuhanan, angka yang dipakai adalah tarif BBM industri. Yang akan dinaikkan oleh pemerintah adalah BBM bersubsidi. Jadi tidak relevan merevisi  tarif jasa kepelabuhanan dengan berbasis kepada kenaikan harga BBM bersubsidi,” cetus Bobby.

Hanya saja, dia mengakui memang ada usulan kenaikan tarif jasa kepelabuhanan dari PT Pelindo I – IV. kepada Menteri Perhubungan.  Tetapi usulan itu bukan berbasis kepada kenaikan tarif BBM, tetapi karena faktor-faktor lain secara parsial,  contohnya sudah bertahun-tahun tarif tidak dinaikkan.

“Usulan itu sudah jauh-jauh hari diajukan. Sampai sejauh ini, Ditjen Perhubungan Laut bersama instansi lain di lingkungan Kementerian Perhubungan  masih mengkaji. Setelah pengkajian difinalisasi, baru kami ajukan kembali pertimbangannya kepada Bapak Menteri Perhubungan.  Karena itu, proses finalisasinya masih lama. Itupun belum tentu disetujui,” tegas mantan Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan itu.

Sebelumnya, Ketua DPP INSA Carmelita Hartoto, Kamis (20/06/2013), meminta PT Pelindo dan Kementerian Perhubungan untuk tidak menaikkan tarif jasa kepelabuhanan berkaitan dengan kenaikan harga BBM.

“Kami kan selama ini tidak diberikan keistimewaan, semua kami lakukan sesuai harga pasar. Kami beli BBM industri, kami tidak pernah menuntut apa-apa, yang kami ingikan sekaranng ini, tarif pelabuhan jangan dinaikkan,” tegas Carmelita.(aw).

 

 

 

 

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari