Angkasa Pura 2

Ayo Awasi Pelayanan Minimum Kereta!

EmplasemenSenin, 1 Juli 2013
di dalam kereta

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah melalui Peraturan Meteri Perhubungan (Permenhub) No PM 9 Tahun 2011 mengharuskan pelaksana PSO, dalam hal ini PT KAI memenuhi standar pelayanan minimum dalam menyelenggarakan layanan kereta ekonomi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub, Tundjung Inderawan mengatakan, standar pelayanan minimum ini untuk memastikan bahwa pelayanan PT Kereta Api Indonesia terhadap para penumpang yang kurang mampu, tetap terjaga dengan baik.

“Jangan sampai terjadi, mentang-mentang mereka naik KA Ekonomi, terus tidak dilayani dengan baik. Sebab, meskipun mereka membayar harga tiketnya murah, tetapi selisih harga tarif tiket itu sudah ditanggung oleh pemerintah,” cetusnya kepada beritatrans.com, Senin (1/7/2013).

Standar pelayanan minimum juga tidak hanya terbatas saat masyarakat kurang mampu naik kereta ekonomi, tetapi juga sudah dimulai ketika mereka berada di stasiun.

Standar pelayanan minimum di stasiun kereta api setidaknya PT KAI menyediakan informasi yang jelas dan mudah dibaca soal nama dan nomor kereta api; jadwal keberangkatan dan kedatangan; tarif; stasiun pemberangkatan, pemberhentian, dan stasiun tujuan; kelas pelayanan; dan peta jaringan jalur kereta api.

Permenhub No 9 Tahun 2011 juga mengharuskan penyelenggara jasa kereta api atau PT KAI menyediakan di setiap stasiunnya ruang tunggu, loket, tempat ibadah, toilet, tempat parkir, kemudahan naik dan turun penumpang. PT KAI juga harus menyediakan fasilitas bagi penyandang cacat dan kesehatan, juga fasilitas keselamatan dan keamanan.

Sedangkan standar pelayanan minimal dalam perjalanan dibagi menjadi dua, yaitu standar pelayanan minimal di kereta api antar kota dan perkotaan. Standar pelayanan minimum dalam perjalanan pada kereta api antar kota di antaranya adalah adanya pintu dan jendela; tempat duduk yang mempunyai sandaran dan nomor, toilet dilengkapi air sesuai kebutuhan, lampu enerangan, kipas angin, rak bagasi, restorasi, serta informasi stasiun yang dilewati atau disinggahi.

PT KAI juga harus menyediakan fasilitas khusus dan kemudahan bagi peyandang cacat, wanita hamil, anak di bawah lima tahun, orang sakit, dan orang lanjut usia. Kemudian nomor urut kereta, informasi gangguan perjalanan, ketepatan jadwal perjalanan.

Sedangkan standar pelayanan minimal dalam perjalanan di kereta api perkotaan antara lain: ada pintu dan jendela; tempat duduk yang memiliki sandaran; lampu penerangan; penyejuk udara; rak bagasi; fasilitas pegangan untuk penumpang berdiri; fasilitas kesehatan, keselamatan, dan keamanan.

Selain itu, informasi gangguan perjalanan, ketepatan jadwal perjalanan, serta fasilitas khusus dan kemudahan bagi penyandang cacat, wanita hamil, anak usia di bawah lima tahun, orang sakit, dan lanjut usia.(aliy/agus wahyudin).

Artikel Berikutnya →
loading...