Angkasa Pura 2

Tiket KA Bandara Kualanamu Rp80.000 Baru Usulan

BandaraKamis, 11 Juli 2013
gumay

KUALANAMU – Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti Gumay menegaskan, tarif tiket sebesar Rp80 ribu untuk transportasi kereta api dari Medan menuju Bandar Udara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang masih sebatas usulan.

“Itu kan baru usulan dari PT Railink (anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia),” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan dalam acara berbuka puasa bersama dan dialog “Kesiapan Publik Pindah Bandara” di Bandara Kualanamu, Rabu (10/7/2013).

Menurutnya, ongkos Rp80 ribu tersebut ditujukan untuk transportasi gerbong baru yang akan didatangkan dari Korea Selatan. Jumlah ongkos tersebut telah melewati berbagai pertimbangan dan perhitungan sehingga dinilai sesuai untuk diberlakukan. Sebab, servisnya bagus.

Sedangkan untuk tarif dengan gerbong yang digunakan saat ini masih dibahas antara Kementerian Perhubungan dengan PT Kereta Api Indonesia. Dia berjanji akan diputuskan sebelum operasional Bandara Kualanamu.

Di sisi lain, Dirjen Perhubungan Udara juga menyatakan, PT Angkasa Pura 2 melakukan tender untuk menentukan perusahaan yang mengelola jasa pertaksian di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dirut PT Angkasa Pura 2 (AP-2) Tri Sunoko mengatakan, dalam tender tersebut, pihaknya mendapatkan tujuh perusahaan yang akan mengoperasionalkan taksi.

Pihaknya masih melakukan proses untuk menentukan perusahaan taksi yang layak untuk beroperasi di Bandara Kualanamu. Sedangkan jasa perparkiran di Bandara Kualanamu telah ditentukan yakni PT Angkasa Pura Support (APS).

Wakil Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi menambahkanm, tujuh perusahaan taksi yang akan mengoperasionalkan armada pengangkutan di Bandara Kualanamu itu adalah Blue Bird (95 unit), Nice (21 unit), Karsa (39 unit), Express (45 unit), Pusat Koperasi atau Puskop AU (100 unit), Koperasi Karyawan Angkasa Pura atau Kokapura (50 unit), dan Matra (30 unit).

Adapun jalur dan ongkos perjalanan yang ditawarkan adalah Polonia-Kualanamu dengan tarif Rp120 ribu, kawasan Petisah-Kualanamu Rp120 ribu, dan Terminal Amplas-Kualanamu Rp100 ribu.

Sedangkan untuk angkutan bus telah dimenangkan PT Damri dan PT Antar Lintas Sumatera (ALS) yang merupakan perusahaan lokal.

Dalam operasionalnya, telah ditetapkan juga jalur dan ongkos perjalanan yang akan dikenakan kepada masyarakat yang menggunakan jasa bus tersebut.

Wagub Sumut mencontohkan Terminal Amplas-Kualanamu, kawasan Petisah-Kualanamu Rp30 ribu, dan Binjai-Kualanamu Rp30 ribu.

Dari kawasan Polonia dan Petisah, bus tersebut akan menempuh perjalanan sekitar satu jam menuju Bandara Kualanamu. “Sedangkan dari Binjai waktunya sekitar 2,5 jam,” katanya. (machda)