Angkasa Pura 2

Kemenhub Segera Lakukan Uji Petik Kapal

DermagaSenin, 15 Juli 2013
dirjen-bobby-mamahit

JAKARTA (beritatrans.com) — Dalam waktu dekat Kementerian Perhubungan akan menerapkan uji petik kapal untuk mengetahui kesiapan dan kelaikan kapal laut dari keamanan dan keselamatan. Hal itu akan dilaksanakan secara acak di beberapa pelabuhan.

“Pelaksanaannya dilakukan sebelum dimulainya angkutan lebaran dan akan dilaksanakan di sembilan pelabuhan. Setidaknya, kami akan laksanakan H-21 dan akan siap pada musim angkutan lebaran yang dimulai h-15 untuk angkutan laut,” jelas Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bobby R Mamahit, kemarin.

Menurut dia, saat ini timnya sedang mempersiapkan diri dan akan langsung dilakukan uji petik usai dilaksanakan rapat koordinasi Jumat mendatang. Uji petik kapal di musim angkutan lebaran ini dilakukan untuk menyakinkan kesiapan operator dalam pelaksanaan angkutan lebaran.

“Uji petik ini kegiatan rutin sepanjang tahun. Khusus menjelang musim angkutan lebaran ini untuk menegaskan kesiapan operator saja jadi dilakukan secara acak di tempat yang crowded seperti Semarang dan lainnya,” ujar Bobby.

Bobby menegaskan, dalam uji petik nantinya akan diaudit pemenuhan standar keselamatan dan keamanan pelayaran terhadap kapal-kapal di pelabuhan di Tanah Air. Kelengkapan peralatan keselamatan seperti pelampung dan rakit penolong , dan sebagainya.

“Dari uji petik ini nantinya akan diperoleh laporan apakah seluruh armada kapal siap untuk berlayar atau harus ada yang dilakukan grounded karena tingkat kelayakannya dari segi keamanan dan keselamatan masih harus dipenuhi,” papar dia.

Dirjen Perla itu menambahkan, jika hasil uji petik menunjukan secara keseluruhan kesiapan angkutan laut dalam menghadapi musim mudik lebaran sudah dilakukan. Kemungkinan akan ada kenaikan jumlah penumpang di 2013 ini mencapai lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dia menyebutkan, 52 pelabuhan sudah siap menjalankan angkutan lebaran walaupun sebagian besar seperti pada angkutan laut lebaran sebelumnya, jumlah penumpang terbesar akan terjadi di beberapa wilayah Kalimantan menuju Pulau Jawa dan sebaliknya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang, ujar Bobby, akan ada dukungan pengoperasian kapal Negara melalui Ditjen Perhubungan Laut dan Kapal TNI AL guna mengatasi kekurangan kapasitas kapal berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Rencananya armada yang disiapkan antara lain, untuk kapal Pelni sebanyak 25 kapal, 26 kapal ro-ro swasta, 67 kapal cepat swasta, 1.049 kapal swasta jarak dekat, 80 kapal perintis, dan satu kapal TNI AL,” ujar Bobby. (machda)

loading...