Angkasa Pura 2

DPR Desak Dahlan Segera Pecat Dirut Merpati

KokpitRabu, 17 Juli 2013
_MG_3424

JAKARTA (beritatrans.com) — Pernyataan Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang pesimis tidak akan ada investor yang mau membeli Merpati Nusantara Airlines dinilai Forum Pegawai Merpati (FPM) sebagai Negative Campaign terhadap Merpati.

“Bahkan, FMP mempertanyakan maksud pernyataan Dahlan Iskan yang mungkin secara naluri businessman penjualan maskapai penerbangan plat merah itu akan menemui jalan buntu. Karenanya, mereka sangat menyayangkan pernyataan Dahlan seorang menteri yang nyatanya membidangi perusahaan BUMN, termasuk di dalamnya Merpati Nusantara Airlines,” kata Ketua Forum Pegawai Merpati, Erry Wardhana, di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Menrut dia, yang jelas akibat berita simpang siur tentang Merpati, customer Merpati bingung, agen-agen Merpati segan menjual tiket Merpati, takut Merpatinya ditutup. Akibatnya, sudah jelas Merpati dirugikan. Karenanya, Erry mengingatkan sebaiknya sesuatu yang masih jadi wacana jangan dipublikasi ke media.

Pernyataan Dahlan Iskan tersebut,  paparnya, tidak terlepas dari kejadian pada hari Rabu (10/7/2013) saat Komisi VI DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), dihadiri oleh Direksi Merpati komplit beserta jajarannya.

Sedangkan dari Kementerian BUMN diwakili oleh Deputy Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Stragtegis BUMN merangkap Ketua Tim Restrukturisasi Merpati dan Deputy Bidang Usaha Infrastruktur & logistik, dan kami dari Forum Pegawai Merpati (FPM) menjadi Saksi atas kejadian hari itu.

Pimpinan Rapat dalam RDPU Komisi VI DPR-RI, kata Erry, menyampaikan agenda rapat, antara lain  Ingin mendapat gambaran kinerja Merpati dan penggunaan dana PMN Rp561 milliar yang telah diberikan sampai saat ini.

“Selain itu, agar karyawan Merpati yang dipecat setelah menghadiri RDPU sebelumnya, dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Erry.

Dia mengemukakan, presentasi para Deputy tidak bisa menutup fakta yang terjadi bahwa Kondisi Merpati memang tambah terpuruk, dan menilai kinerja manajemen / keuangan Merpati TURUN menjadi “triple C”.

Erry juga menggambarkan presentasi Dirut Merpati dan tanya jawab dengan DPR Komisi VI, mengemuka mengenai perubahan Business Plan yang masih dalam bentuk wacana yang belum ada persetujuan dari RUPS sebagaimana diamanatkan dalam undang undang,

Di samping itu, juga DPR mempertanyakan mengenai penggunaan sisa dana PMN Rp561 M yang disinyalir tidak sesuai peruntukan Business Plan yang telah disetujui dan terindikasi melanggar undang-undang.

“Manajemen saat ini yang tidak punya kemampuan bayar cicilan bunga, apalagi hutang pokok berdasarkan evaluasi kami FPM, hutang Merpati meningkat sampai akhir tahun 2012 saja mencapai Rp445 milliar, perkiraan kami sampai saat ini peningkatan hutang sudah mendekati Rp. 1 Trilliun di era manajemen saat ini,” jelas Erry mengulang pernyataan yang terjadi saat RDPU.

Ketua Forum Pegawai Merpati itu menilai, apa yang disampaikan manajemen Merpati Airlines yang mengatakan perusahaan plat merah itu diambang kebangkrutan sebagai berita bohong. Sebab, minggu pertama setelah pelantikan Dirut Merpati, ternyata Merpati memperoleh keuntungan Rp500 juta perhari.

“Jadi, dalam kondisi seperti ini kemungkinan besar pengelolaan Merpati ke depan tidak membutuhkan bantuan pemerintah lagi bisa terwujud. Saya memperkirakan dalam waktu  6 bulan ke depan Merpati akan untung,” jelasnya.

Erry menilai janji manajemen Merpati yang baru yang akan mendatangkan pesawat baru yang tidak pernah terwujud.  Sebab, kesombongan dan arogansi dirutnya. “Terlebih lagi dirut yang baru ini suka main pecat karyawan, dan diingatkan sudah ada surat dari LBH BUMN untuk diselesaikan dengan baik.

Karenanya, tegas dia, sangatlah wajar bila para anggota Komisi VI DPR-RI meminta agar Dirut Merpati lebih baik mundur saja dan agar Kementerian BUMN segera mencari pengganti yang lebih baik.

Di sisi lain, dalam RDPU tersebut Deputy Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN merangkap Ketua Tim Restrukturisasi Merpati, menyampaikan wacana 4 opsi penyelesaian masalah Merpati, antara lain memperbesar Merpati dengan kebutuhan dana Rp1,4 triliun – Rp2,3 triliun, dan  memperkecil Merpati dengan kebutuhsan dana Rp700 miliar – Rp1,2 triliun. Selain itu, strategic Placement, mengalihkan hutang menjadi saham serta likuidasi

“Pesan dari Komisi VI DPR RI dalam RDPU kemarin sangat jelas, agar segera mengganti Dirut Merpati terlebih dahulu, karena berkinerja buruk dan performa negatif (arogan, sombong, pembohong),  barulah setelah itu akan dicarikan solusi terbaik buat Merpati,” papar Erry.

Dia menambahkan, kebohongan Dirut Merpati dalam memberikan informasi tentang kondisi Merpati hanya akan membuat kondisi Merpati lebih terpuruk.

Pernyataan Dahlan Iskan berteriak “akan menjual Merpati”, kata Ketua Forum Pegawai Merpati itu,  sebuah pernyataan diluar dari wacana opsi yang diusulkan didalam Rapim BUMN dan masih memberi waktu 2 bulan untuk proses  penjualan ini.

“Padahal,  Bapak Menteri meyakini Merpati tidak ada yang mau beli, maka kami dari Forum Pegawai Merpati melihat hal ini sebagai cara akal-akalan Bapak Menteri BUMN untuk tidak melaksanakan rekomendasi Komisi VI DPR RI,” tegasnya.

Itu artinya, tandas Erry, dengan tidak segera mengganti Dirut Merpati saat ini,  FMP patut curiga ada apa dibalik mempertahankan Dirut Merpati saat ini yang sesuai fakta telah membuat Merpati tambah terpuruk dan mencetak kerugian terbesar sepanjang sejarah Merpati.

“Marilah kita berfikir realistis, Merpati harus diselamatkan, dan dengan slogan Dahlan Iskan ‘Manufacturing Hope’, seharusnya Merpati masih ada harapan untuk diselamatkan, Komisi VI DPR RI sudah siap membantu. Harapan kami hanya satu, agar Merpati dapat terbang tinggi,” tegasnya.(machda)