Angkasa Pura 2

Ujicoba Kesiapan Lancar, Bandara Kuala Namu Siap Beroperasi

BandaraMonday, 22 July 2013

JAKARTA (beritatrans.com) — Menjelang dibukanya secara resmi Bandara Internasional Kuala Namu, Medan pada 25 Juli mendatang oleh Menteri Perhubungan, EE Mangindaan, setidaknya bandara Medan pengganti Polonia yang sudah tidak layak lagi itu, sudah mengalami ujicoba pendaratan dan lepas landas.

“Kami sudah melakukan ujicoba kesiapan bandara dari sisi darat sudah dilakukan dua kali dan terakhir pada 18 Juli 2013 berupa simulasi alur penumpang sampai di boarding launch dan semuanya berjalan dengan lancar,” jelas Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti Gumay di Jakarta, Senin (22/7/2013).

Herry mengharapkan dengan pemindahan bandara ini, masyarakat mengubah kultur berangkat apabila akan melakukan penerbangannya agar lebih menyiapkan waktu karena bandara lokasi bandara tidak lagi di tengah kota.

Menurutnya, untuk mencapai Bandara Kuala Namun harus ditempuh 39 km dari Pusat kota, sehingga masyarakat harus menyiapkan waktu yang cukup. Jarak tempuh dengan kendaraan umum/pribadi antaran 1-1,5 jam, kalau dengan kereta api 30 menit.

“Dari sisi jalan ke bandara, diketahui alternatif ke bandara ada dua melalui kereta api (KA) dan darat. KA sudah dilaksanakan 15 trip/hari. Dengan KA total penumpang yang dapat diangkut bisa mencapai 15-20 persen dan sisanya dengan angkutan darat,” jelasnya.

Bandar udara dengan luas area keseluruhan 1.365 Ha ini menghabiskan alokasi anggaran total Rp5,8 trilyun dengan rincian alokasi pembiayaan dari anggaran Ditjen Perhubungan Udara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni Rp3,3 trilyun dan alokasi pembiayaan dari PT AP2 sebesar Rp2,5 trilyun.

Herry juga menambahkan, Bandara Kuala Namu sudah mendapatkan ijin dari Badan dibawah ICAO, AIRAC yang diperoleh 30 Mei 2013 tentang pengoperasiannya dan Sertifikat Bandara, sudah ditandatangani 5 juli 2013 .

Sementara bagi para penumpang, Passanger Service Charge (PSC) di Bandara Kuala Namu masih akan tetap Rp35.000/orang seperti di Polonia. Biaya pelayanan tersebut baru akan berubah setelah pembahasan selesai.

“Pengelola Bandara Kuala Namu yakni PT Angkasa Pura II telah mengajukan peningkatan biaya servis sesuai dengan kondisi bandara yang baru. Namun, masih dalam pembahasan dan dibutuhkan juga masukan dari YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) dan stake holder terkait,” tambah Herry.

Pemberlakuan biaya Rp35.000 atau sama dengan di bandara terdahulu Polonia, menurut Herry belum bisa dipastikan hingga kapan. Kemungkinannya bisa satu hingga dua bulan ke depan hingga disepakati biaya terbarunya.

Selain kesiapan operasional penerbangan, Bandara Kuala Namu menurut Herry juga bisa dipastikan tidak akan ada praktik percaloan seperti yang masih bisa ditemukan di Polonia.

“Sudah susah dengan central chek ini, tidak bisa lagi beroperasi dibandingkan di Polonia, namun begitu tetap kita kontrol mengawasi percaloannya,” kata Herry. (machda)