Angkasa Pura 2

Aksi Dahsyat Dahlan Iskan di Medan & Kualanamu

BandaraSenin, 29 Juli 2013
dahlan-tri

KUALANAMU – Pernah operasi cangkok hati. Tidak muda lagi. Tetap berpuasa. Tapi mampu terus bergerak sehari semalam. Rasanya aksi luar biasa itu hanya Dahlan Iskan yang bisa.

Rabu (24/7/2013) pagi, Menteri BUMN tersebut sudah berada di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Selepas dari sana, dia berkunjung ke Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. Di bandara baru tersebut, pria yang rajin mengenakan kemeja putih dan sepatu kets tersebut berkeliling bandara, termasuk terminal.

Didampingi direksi PT Angkasa Pura II, dia naik turun lantai terminal dengan berjalan kaki. Mempertanyakan dan mengkonfirmasikan hal-hal teknis serta non-teknis. Hal-hal detil begitu jeli diperhatikannya. Contohnya, tak ada keset di musola.

Berjam-jam dia berkeliling Bandara Kualanamu, yang hari itu ditaburi terik matahari. Perut kosong dan panasnya udara tak menghentikan aksi pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 62 tahun lalu itu. Lelahnya tampak cukup dibasuh oleh air wudhu sebelum salat berjamaah.

Saat hari beranjak sore, Dahlan Iskan pergi ke kantor satu koran di Medan, untuk memenuhi undangan buka puasa bersama. Malamnya, dia sudah nongol di Bandara Polonia, Medan, untuk menyambut pesawat dan penumpang terakhir yang tiba di bandara tersebut.
Di tengah udara malam, dia begitu bersemangat mengikuti seremoni penyambutan tersebut.

Seperti diketahui Bandara Polonia ditutup sebagai simpul transportasi penerbangan sipil pada Kamis (25/7/2013) pagi, tepat pukul 00.00. Linear dengan penutupan itu, Bandara Kualanamu dioperasikan.

Setelah mengikuti acara yang berakhir sekitar Pk. 11.30 itu, mantan Direktur Utama PT PLN tersebut pergi ke Bandara Kualanamu. Seperti saat siang di bandara itu, dia kembali berkeliling untuk mengecek persiapan final mulai dioperasikannya Bandara Kualanamu. Tentu saja, pengecekan itu mesti melalui peninjauan langsung dengan berjalan kaki.

Walau sudah melepas penerbangan pertama dari Bandara Kualanamu, Dahlan tetap belum bisa diam. Dia kembali mengecek terminal. Bisa jadi tidak sekadar mengecek, tetapi karena memang dia kagum dengan karya PT Angkasa Pura II, salah satu BUMN yang dikelolanya, mampu mengubah mimpi menjadi nyata. Bandara Kualanamu bisa dibangun dan dioperasikan. “Ini prestasi!” Cetus Dahlan.

MESTI KUAT
Kalau Dahlan Iskan mampu beraksi seperti itu, termasuk tidak tidur, sepanjang hari, lalu bagaimana direksi PT Angkasa Pura II, yang mengikuti Menteri BUMN? “Ya mesti kuat. Tetapi memang stamina Pak Dahlan betul-betul dahsyat,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko.

Setelah Menteri Dahlan Iskan terbang dari Bandara Kualanamu menuju Jakarta, kamis pagi, sekitar pk. 08.00, Tri Sunoko bersama Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi Salahudin Rafi, Direktur Operasi Kebandarudaraan Endang Sumiarsa, Direktur Keuangan Laurensius Manurung, Direktur SDM dan Umum Hari Cahyono, dan Direktur Komersial Kebandarudaraan Rinaldo J Aziz berkumpul. Bukan mau rapat. Tetapi bersama-sama selonjoran kaki. (agus wahyudin).