Angkasa Pura 2

Pelni Waswas Terjadi Lonjakan Calon Penumpang

DermagaSenin, 29 Juli 2013
kapal-pelni

SAMPIT (beritatrans.com) — Arus mudik lebaran melalui Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mulai menunjukkan lonjakan signifikan, dan dikhawatirkan akan terjadi penumpukan calon penumpang.

“Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 5-6 Agustus 2013 karena ada keberangkatan tujuan Surabaya dan Semarang. Saya khawatir terjadi penumpukan penumpang,” kata Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Andi Baharudin di Sampit, Minggu (28/7/2013).

Menurut informasi, sebagian perkebunan besar swasta kelapa sawit yang beroperasi di Kotim akan membayar gaji karyawan pada awal bulan, 3 atau 4 Agustus 2013. Hal itulah yang membuat banyak karyawan menunda mudik karena menunggu gaji.

Andi khawatir para karyawan akan mudik bersamaan pada jadwal keberangkatan kapal 6 Agustus, padahal hari itu hanya ada satu kapal yang berangkat. Jika tidak ada tambahan kapal, dikhawatirkan penumpang membludak sehingga terjadi penumpukan.

“Yang ada sementara ini kan ada 9 call (keberangkatan). Mudah-mudahan pada 6 Agustus 2013 KM Bukit Raya bisa diperbantukan ke sini, jadi bisa berangkat dengan KM Lawit agar semua penumpang terangkut,” harap Andi.

Dia mengaku sudah mengusulkan tambahan kapal ke pimpinannya di Jakarta, namun hingga kini belum ada jawaban. Dia berharap usulan tersebut disetujui sehingga semua penumpang dipastikan terangkut.

“Pak bupati, kami dan Adpel juga mengusulkan tambahan kapal, tapi belum ada jawaban. Mudah-mudahan saja disetujui karena ini sangat dibutuhkan untuk melayani saat arus mudik nanti,” tandas Andi.

Sebelumnya, Pemkab Kotim meminta tambahan kapal kepada Menteri Perhubungan di Jakarta. Tambahan tersebut sangat dibutuhkan untuk melayani pemudik lebaran di Pelabuhan Sampit, khususnya saat puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-7.

Surat permintaan tambahan armada kapal itu sudah ditandatangani Bupati Kotim Supian Hadi dan telah dikirimkan kepada Menteri Perhubungan, Direktur PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan Direktur PT Dharma Lautan Utama (DLU).

Jadwal keberangkatan dua perusahaan pelayaran yang melayani rute Pelabuhan Sampit, yakni PT Pelni dan PT DLU ada 17 keberangkatan (call).

“Penumpang arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat tajam, tentunya dengan 17 call tidak akan cukup, minimal ditambah dua call,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kotim, Rustam Fuadi. (machda)