Angkasa Pura 2

Layaknya Komuter Jabodetabek, Yogyakarta–Solo Segera Dihubungkan KRL

EmplasemenSelasa, 30 Juli 2013
paramex

YOGYAKARTA (beritatrans.com) — PT Kereta Api Indonesia akan memperluas layanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Yogyakarta dan Solo dengan menghubungkan kedua kota tersebut dengan kereta rel listrik seperti di Jakarta-Bogor-Depok dan Bekasi.

“Studi dan ‘detail engineering design’ (DED) untuk pembanguan KRL sudah selesai diajukan, tinggal menunggu persetujuan DPR untuk memastikan dana yang digunakan,” kata Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwi Atmoko di Yogyakarta, Senin (29/7/2013).

Menurut dia, apabila seluruh rencana tersebut disetujui oleh DPR, maka pembangunan KRL yang dimulai dengan elektrifikasi dan sinyal bisa dilakukan pada 2014 sepanjang 120 kilometer (km) karena jalur kereta untuk Yogyakarta dan Solo sudah merupakan jalur ganda.

Dana yang dibutuhkan untuk elektrifikasi tersebut cukup besar mencapai Rp3,5 miliar per kilometer sehingga total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan KRL di Yogyakarta-Solo mencapai sekitar Rp420 miliar.

“Apabila pekerjaan pembangunan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan rencana, maka pada 2017 masyarakat pengguna kereta api sudah bisa memanfaatkan KRL,” katanya.

Tarif untuk KRL tersebut diperkirakan akan lebih murah bila dibanding kereta komuter yang selama ini melayani masyarakat Yogyakarta dan Solo, seperti Prambanan Ekspres dan Sriwedari, masing-masing dengan tarif Rp10.000 dan Rp20.000 per penumpang sekali jalan.

Apabila pembangunan KRL untuk menghubungkan Yogyakarta dan Solo dapat direalisaikan, maka PT KAI akan mengembangkan hal serupa untuk menghubungkan Yogyakarta dan Kutoarjo.

“Diharapkan DED sudah bisa dilakukan tahun depan dilanjutkan dengan proses pembangunan,” katanya.

Selain membangun KRL, PT KAI juga terus melakukan pembangunan jalur ganda. Pada November, pekerjaan pembangunan jalur ganda akan dilanjutkan kembali yaitu dari Kutoarjo hingga Kroya dan diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

“Pembangunan jalur ganda juga akan dilanjutkan dari Purwokerto ke Cirebon. Dengan demikian, pada 2018 jalur kereta api yang menghubungkan Jakarta hingga Solo sudah merupakan jalur ganda,” kata Kepala Satuan Kerja Lintas Selatan Jawa Direktorat Jenderal Perkeretaapian Haryanto.

Pekerjaan pembangunan jalur ganda di lintas utara sudah dapat diselesaikan pada 2013, dan apabila seluruh jalur kereta api sudah merupakan jalur ganda, maka pelayanan kereta api akan semakin baik. (machda)