Angkasa Pura 2

Sungai Barito Surut, Kapal-Tongkang Terperangkap

DermagaSelasa, 30 Juli 2013
sungai-barito

MUARA TEWEH (beritatrans.com) – Sejumlah kapal motor dan kapal tongkang bertonase besar terperangkap dan tidak bisa berlayar akibat air pedalaman Sungai Barito di Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, surut dalam sepekan terakhir.

“Saat ini angkutan kapal dan tongkang bermuatan batu bara bertonase besar tidak bisa berlayar karena air sungai surut,” kata Petugas Teknis Lalu lintas Sungai pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barito Utara, Rizalfi di Muara Teweh, Selasa (30/7/2013).

Sejumlah kapal tarik atau tunda (tug boat) dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir pada saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar di beberapa tempat.

Ketinggian debit air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh Selasa (30/7) siang pada angka 3,20 meter yang menunjukkan angka tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar. Tongkang bermuatan dan kosong ada yang bersandar dan kandas di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito.

“Kapal dan tongkang kosong yang terperangkap itu mencapai puluhan unit sebagian besar milik perusahaan tambang PT Marunda Graha Mineral yang arealnya di wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura) dan sejumlah perusahaan di wilayah Kabupaten Barito Utara,” jelas Rizalfi.

Sejumlah tongkang bermuatan puluhan ribu ton batu bara dan kosong bersandar di kawasan Bukau Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barut atau di hulu dan di hilir jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh.

Surutnya sungai sepanjang 900 kilometer yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke wilayah selatan di Kalimantan Selatan, itu sekarang sulit diramalkan.

Ia menjelaskan, meski saat ini hujan masih turun, kenyataannya debit air Sungai Barito turun dan kalau di wilayah hulu hujan maka air kembali naik.

Meski angkutan kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar, sejumlah kapal barang dan angkutan penumpang yang tonasenya sedang untuk sementara tidak mengalami kendala.

Di sisi lain, arus mudik Lebaran 2013 melalui jalur sungai terutama pengguna jasa bis air rute Muara Teweh – Banjarmasin terganggu karena tidak bisa berlayar. (machda)

 

 

 

 

 

 

 

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari