Angkasa Pura 2

Cuaca Buruk, Seluruh Kapal Dilarang Berlayar

DermagaSenin, 5 Agustus 2013
cuaca buruk di malut

TERNATE  (beritatrans.com) – Menyusul cuaca buruk yang menerpa kepulauan di Maluku Utara (Malut), akhirnya Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Ternate, Malut, melarang seluruh kapal pengangkut penumpang dan kapal barang berlayar meninggalkan pelabuhan Ternate sejak Senin (5/8/2013) pagi.

“Kami menginstruksikan seluruh petugas di semua pos penjagaan di pelabuhan Ternate untuk tidak mengizinkan kapal berlayar meninggalkan pelabuhan, karena sampai sekarang cuaca di perairan Malut memburuk,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Ternate, Takwim Masuku mengatakan di Ternate, Senin (5/8/2013).

Cuaca dan wilayah lainnya di Malut saat ini diguyur hujan lebat mengakibatkan jarak pandang ke laut sangat terbatas, selain itu, juga menimbulkan gelombang tinggi, bahkan pada sejumlah wilayah seperti di perairan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) tinggi gelombang mencapai di atas 3,5 meter.

Menurut Takwim, larangan ini harus ditaati oleh semua nakhoda kapal, baik berukuran kecil maupun besar, karena kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas pelayaran karena sangat membahayakan keselamatan para penumpang dan kapal itu sendiri.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Sitti Febrilla Nukila menyatakan sejumlah perairan di Malut, terutama Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), mencapai 3,5 meter, sedangkan di perairan Pulau Halmahera dan Morotai mencapai 2,5 meter.

“Untuk beberapa hari ke depan, gelombang tinggi di perairan Malut akan terjadi di perairan Kepsul yakni mencapai tiga meter, sedangkan di perairan Pulau Halmahera dan perairan Morotai capai tiga meter,” katanya.

 

Ferry Batal Seberangkan Pemudik

Sementara itu, PT Fery Indonesia Cabang Kupang membatalkan pelayaran ke Pulau Sabu Kabupaten Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur, untuk menyeberangkan para pemudik ke pulau itu karena cuaca buruk.

“Kita terpaksa batalkan pelayaran hari ini ke Sabu karena angin sangat kencang dan sudah kita sampaikan kondisi ini kepada para pemudik,” kata Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Kupang, Herman Welkis di Kupang, Senin (5/8/2013).

Menurut dia, kondisi dan perubahan cuaca di perairan Nusa Tenggara Timur dalam beberapa pekan terkhir sangat mengganggu pelayaran antarpulau di daerah ini, apalagi dengan menggunakan armada Fery milik ASDP.

Untuk mengantisipasi hal itu, katanya, manajemen PT ASDP Cabang Kupang mengambil sikap, melakukan pembatalan pelayaran, jika terjadi perubahan cuaca yang membahayakan pelayaran.

“Apalagi jika penyeberangan yang dilakukan menyita waktu di atas 20 jam pelayaran. Kalau hanya satu dua jam masih bisa terlayani, namun tetap juga mengacu kepada kondisi cuaca di sepanjang perairan penyeberangan,” katanya.

Dia mengaku Senin (5/8/2013) ini, PT ASDP hanya menyeberangkan satu armada Fery dengan pelayaran Kupang menuju Rote yang jarak tempuh hanya dengan dua jam pelayaran.

Dalam kondisi pembatalan pelayaran tersebut, PT ASDP sangat iba dengan kondisi para penumpang yang tidak bisa diseberangkan, apalagi bagi pemudik yang akan merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga di sana.

Herman mengatakan, dirinya sempat didesak para penumpang untuk tetap melakukan pelayaran namun kondisi keamanan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi yang utama bagi PT ASDP dalam pelayanan pelayaran.

“Potensi penumpang ke Pulau Sabu sangat tinggi dengan rute pelayanan sekali seminggu. Untuk itu dengan pembatalan ini, maka PT ASDP secara finansial merugi. Tapi mau bilang apa, cuaca tidak mengizinkan untuk dilakukan pelayaran,” katanya.

Terkait peningkatan penumpang yang akan mudik ke sejumlah daerah yang akan menggunakan layanan PT ASDP, Herman mengaku terjadi kenaikan hingga 50 persen, jika dibanding dengan hari biasa.

Peningkatan penumpang itu dikarenakan liburan lebaran sangat panjang hingga sepekan. “Jadi ada yang libur untuk merayakan lebaran tetapi ada warga yang memang hanya sekadar isi liburan ke kampung halamannya,” kata Herman tanpa merinci jumlah peningkatan penumpang itu.(machda)

 

 

loading...