Angkasa Pura 2

Dirjen Hubla: Antisipasi Ledakan Arus Balik dari Semarang ke Sampit dan Kumai!

DermagaRabu, 14 Agustus 2013
bobby r mamahit capt

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan menyiapkan strategi untuk mengantisipasi ledakan arus balik belasan ribu pekerja perkebunan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, ke Kumai dan Sampit, Kalimantan Tengah.

Arus balik Lebaran tersebut, Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit mengemukakan diperkirakan terjadi seminggu setelah Lebaran. Pekerja asal Jawa tersebut balik lagi ke Kalimantan Tengah setelah mengikuti Lebaran ketupat, yang memang merupakan tradisi sebagian orang Jawa.

Karenanya, Bobby menyatakan diperkirakan terjadi ledakan penumpang kapal, yang bila tidak diantisipasi, akan berpotensi menimbulkan kericuhan di pelabuhan. “Untuk itu, kami sudah meminta kepada manajemen PT Pelni untuk dari sekarang memiliki planning tepat dan akurat,” tutur dirjen kepada beritatrans.com, Rabu (14/8/2013).

Dengan memprediksi jumlah penumpang berbasis kepada data penumpang arus mudik ditambah kemungkinan bertambah 10 persen, Dirjen Perhubungan Laut mengutarakan Pelni mesti dapat mempersiapkan kapal yang dibutuhkan.

Selain itu, dia menuturkan kepada Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan diminta untuk lebih memperlancar penerbitan surat izin berlayar (SIB) dengan mematuhi peraturan dan ketentuan. “Bila memang ada persoalan-persoalan yang membahayakan keselamatan pelayaran, maka SIB tidak boleh diberikan,” tegasnya.

SEPEDA MOTOR
Menyinggung tentang pengangkutan pemudik sepeda motor menggunakan kapal laut, Capt. Bobby R Mamahit menyatakan amat berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya TNI AL dan PT Pelni, yang telah menyediakan armada khusus.

“Pihak TNI AL telah bekerja luar biasa. Dengan kapal perang KRI Banda Aceh, pemudik motor bisa terbantu untuk mudik dan balik di rute pelayaran Jakarta – Semarang. Begitu juga dengan PT Pelni yang telah menyediakan kapal Dobonsolo. Pelayaran kedua kapal itu berjalan sangat baik dan pelayanan kru kapalnya tergolong dua jempol,” cetusnya.(aw).

loading...