Angkasa Pura 2

Bawa Sabu dari China, Penumpang Garuda Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

BandaraKamis, 15 Agustus 2013
BNN-Shabu

JAKARTA (beritatrans.com) – DH (33) penumpang pesawat Garuda Indonesia dari China ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Ditjen Bea dan Cukain di Bandara Soekarno-Hatta. Warga negara Vietnam ini kedapatan membawa sabu seberat 2002 gram senilai Rp27 miliar yang dibungkus kantong plastik hitam dalam dinding koper.

Petugas Operasi Ketupat 2013 itu berhasil mengungkap penyelundupan sabu dengan analisis dan profiling penumpang saat pemeriksaan di bandara terbesar di Indonesia itu.

Sebelumnya, petugas BNN dan Bea dan Cukai menangkap tersangka berinisial AG (27) pada Jumat (26/7) lalu. AG membawa 678 gram sabu dengan modus memasukannya dalam sepatu dan ditelan dalam bentuk kapsul.

Sebanyak 321,1 gram dimasukanya pada sepatu kiri, 315 gram di sepatu kanan, dan sisanya ditelan dalam bentuk kapsul yang dibaginya menjadi 4 kapsul. Barang yang dibawanya ini senilai Rp900 juta.

“Dari penangkapan AG terungkaplah penjemputnya yang berinisial S di area luar terminal 3,” kata Direktur Penyidikan dan Penangkapan Ditjen Bea dan Cukai Muhammad Sigit di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (15/8/2013).

Dari penangkapan S dan AG, petugas kembali menangkap AM (39) yang didduga sebagai otak penyelundupan sabu. AM ditangkap di rumahnya di Batam. S juga mengaku akan menerima sabu dari HS (31) pada Senin (29/7).

“Dari profiling atas keterangan S kemudian HS tertangkap dengan membawa 1.088 gram sabu dengan modus sama dengan yang pertama. Nilainya Rp1,5 miliar,” kata Sigit.

HS menyimpan 811,3 gram sabu pada sepatunya dan 287,9 gram sabu ditelannya dalam bentuk kapsul yang terbagi menjadi 30 kapsul. Dari HS dan S terungkap pemesan sabu yakni pasangan kumpul kebo di apartemen Gateaway, Jakarta Selatan di hari yang sama.

“Penangkapan ketiga dilakukan atas analisa gerak-gerik penumpang yang akhirnya menangkap warga Vietnam berinisial DH pada 6 Agustus 2013,” ungkapnya lagi.

Penangkapan juga dilakukan terhadap tiga orang penumpang warga Malaysia berinisial LH, TW, dan LC setelah turun dari pesawat China Airline dari Hong Kong pada 11 Agustus 2013.

LH (37) membawa sabu seberat 2100 gram, TW (34) membawa 2010 gram, dan LC (36) membawa 2050 gram. Ketiganya memasukan sabu senilai Rp8,3 miliar itu ke dalam sepatu dan sebagian dilakban di paha. (aliy)